DPRD Kalsel Akan Panggil Disperindag Terkait Sembako

oleh

Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan akan memanggil Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) provinsi setempat terkait persediaan Sembako serta barang kebutuhan lain. <p style="text-align: justify;">"Dengan kondisi gelombang laut seperti belakangan ini, kami akan panggil Disperindag Kalsel, untuk mengetahui bagaimana antisipasi serta ketersediaan Sembako dan barang dagangan lain di daerah kita," ujar Sekretaris Komisi II DPRD Kalsel Burhanuddin, di Banjarmasin, Minggu.<br /><br />Ia mengatakan, dengan keadaan gelombang laut yang cukup besar seperti belakangan, pelayaran menjadi terganggu dan berdampak pada angkutan Sembako serta barang dagangan lain, untuk kebutuhan Kalsel.<br /><br />"Persoalan cuaca dan gelombang tinggi tak bisa kita hindari. Tapi kita berharap persediaan sembako khususnya dapat memenuhi kebutuhan masyarakat Kalsel, sehingga tidak menimbulkan keresahan," katanya.<br /><br />Mengenai kenaikan harga, menurut Sekretaris Fraksi Partai Bintang Reformasi (PBR) DPRD Kalsel itu, hal tersebut wajar terjadi, apalagi situasi dan kondisi angkutan laut yang terganggu.<br /><br />Namun wakil rakyat itu berharap, kenaikan Sembako dan barang-barang lain hendaknya masih dalam batas kewajaran pula atau masih bisa terjangkau daya beli masyarakat.<br /><br />Dalam kaitan harga tersebut, anggota Komisi II DPRD Kalsel yang juga membidangi perindustrian dan perdagangan itu mengimbau para pedagang agar jangan mengambil kesempatan dalam kesempitan, seperti suasana angkutan kapal laut yang terganggu sekarang ini.<br /><br />Tapi dia juga meminta Disperindang Kalsel bersama aparat berwenang agar mewaspadai terhadap kemungkinan munculnya spekulan atau oknum-oknum yang tidak bertanggung, seperti mau mencari keuntungan sebesar-besarnya dalam situasi dan kondisi seperti sekarang.<br /><br />Wakil rakyat asal daerah pemilihan (Dapil) VI Kalsel yang meliputi Kabupaten Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru itu juga mengaku prihatin terhadap nasih nelayan yang tidak bisa melaut, karena cuaca dan gelombang tinggi.<br /><br />"Apalagi seperti Tala, Tanbu dan Kotabaru merupakan kampung nelayan serta pemasok ikan laut terbesar di Kalsel, dengan cuaca dan gelombang tinggi, mereka tak bisa melaut," katanya.<br /><br />Terhadap persoalan tersebut, pemerintah kabupaten hendaknya memberikan pekerjaan alternatif, guna memenuhi kebutuhan pokok keluarga nelayan itu, demikian Birhanuddin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>