DPRD Kalsel Bicarakan Elpiji Bersama Kementerian ESDM

oleh

DPRD Kalimantan Selatan melalui Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur dalam kunjungan kerja ke Jakarta, 15 – 17 Januari 2014, menjadwalkan ke Kementerian Energi Sumber Daya Mineral, untuk membicarakan masalah gas elpiji. <p style="text-align: justify;">"Dalam kunjungan kerja ke luar daerah kali ini, sengaja bertemu Kementerian ESDM, untuk membicarakan kebutuhan elpiji Kalsel," ujar Ketua Komisi III DPRD tingkat provinsi tersebut, H Puar Junaidi, sebelum bertolak ke Jakarta, Rabu.<br /><br />"Kita meminta kepastian waktu pelaksanaan konversi minyak tanah (mitan) ke gas elpiji, untuk semua kabupaten/kota di Kalsel," lanjut Ketua Komisi III yang juga membidangi pertambangan dan energi (termasuk BBM dan elpiji) itu.<br /><br />Selain itu, meminta jaminan ketersediaan elpiji sesuai kebutuhan Kalsel, terutama yang bersubsidi agar tidak menimbulkan masalah dan meresahkan masyarakat, karena ketiadaan atau kekurangan persediaan.<br /><br />"Karena kalau kita meminta ke Pertamina akan kebutuhan bahan bakar bagi masyarakat Kalsel, selalu mendapat jawaban tak mempunyai wewenang dan hanya sebagai operator pemerintah," ucapnya dengan nada kesal.<br /><br />"Kita tak ingin kembali terjadi kelangkaan elpiji di Kalsel, sehingga membuat harga bahan bakar rumah tangga tersebut ‘meroket’ seperti tabung isi tiga kilogram sampai Rp35.000/tabung," demikian Puar.<br /><br />Dari 13 kabupaten/kota di Kalsel, baru sembilan di antaranya yang mendapat jatah program pemerintah berupa konversi mitan ke gas elpiji, dan itupun belum semua wilayah kecamatan di daerah tersebut.<br /><br />Seperti di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST) ada tiga kecamatan yang belum mendapat realisasi konversi tersebut, yaitu Kecamatan Hantakan, Batang Alai Timur dan Kecamatan Batang Alai Utara.<br /><br />Begitu pula di Kabupaten Hulu Sungai Selatan (HSS) yang belum mendapat konversi mitan ke elpiji, yaitu Kecamatan Loksado, Daha Barat dan Kecamatan Kelumpang.<br /><br />Kabupaten/kota yang lebih awal atau sekitar dua tahun lalu mendapat konversi mitan ke elpiji, yaitu Kota Banjarmasin, Kota Banjarbaru, Kabupaten Banjar dan Kabupaten Balangan.<br /><br />Kemudian di penghujung tahun 2013 ada lima kabupaten yang mendapat konversi mitan ke elpiji, yaitu Kabupaten Barito Kuala (Batola) Tapin, HSS, HST dan Kabupaten Tabalong.<br /><br />Sedangkan empat kabupaten lain menunggu tahap berikut yang realisasinya direncanakan tahun 2014, yaitu Kabupaten Hulu Sungai Utara (HSU), Tanah Laut (Tala), Tanah Bumbu (Tanbu) dan Kabupaten Kotabaru. <strong>(das/ant)</strong></p>