Ketua Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kubu Raya, Sujiwo, mengimbau masyarakat agar tidak mudah terprovokasi dan mengutamakan musyawarah dalam menyelesaikan permasalahan tapal batas yang terus bergejolak di beberapa kecamatan di kabupaten itu. <p style="text-align: justify;"><br />"Saat ini bisa kita lihat sendiri, cukup banyak polemik tapal batas yang terjadi di Kubu Raya, terutama mengenai insiden pembakaran yang dilakukan masyarakat Desa Rasau Jaya II beberapa waktu lalu. Untuk itu kita harapkan agar masyarakat tidak mudah terpancing oleh yang sifatnya negatif, apalagi melakukan anarkis," kata Sujiwo di Sungai Raya, Kamis.<br /><br />Dia menyarankan agar masyarakat yang sedang berpolemik untuk menyerahkan penyelesaian masalah tapal batas kepada pemerintah daerah, yang saat ini sudah membentuk tim khusus untuk menyelesaikan permasalahan tapal batas itu.<br /><br />"Saat ini Pemkab Kubu Raya sudah membentuk tim dengan melibatkan berbagai unsur. Diharapkan tim itu bisa bekerja maksimal dan mengedepankan kepentingan masyarakat luas, agar ke depan permasalahan tapal batas itu bisa diselesaikan dengan baik," tuturnya.<br /><br />Sujiwo menilai, dari beberapa permasalahan tapal batas yang terjadi, sebagian besar merupakan polemik tapal batas antara desa.<br /><br />Dia mengakui, jika permasalahan itu tidak diselesaikan dengan baik dan cepat, tentu bisa menimbulkan gejolak lebih jauh. Sangat disayangkan, permasalahan tapal batas tersebut kerap dikaitkan dengan berbagai kepentingan lain seperti politik dan kepentingan golongan.<br /><br />Hal itu yang mengakibatkan polemik tapal batas menjadi "bom waktu" yang siap meledak, jika dipicu dengan hal sekecil apapun.<br /><br />"Untuk itu, kita harapkan, tim yang telah dibentuk oleh Pemkab Kubu Raya bisa memandang jeli dan memprioritaskan masalah tapal batas yang paling penting untuk diselesaikan," katanya.<br /><br />Seperti persoalan tapal batas antara Desa Rasau Jaya Umum dan Desa Rasau Jaya II yang baru-baru ini menghangat.<br /><br />Ketua DPRD dari daerah pemilihan Kecamatan Sungai Raya itu juga mengatakan, sampai saat ini dia cukup banyak menerima keluhan dari beberapa desa, terkait masalah tapal batas tersebut.<br /><br />"Dan ini juga harus menjadi atensi utama dari Bupati, agar bisa memerintahkan tim yang dibentuknya untuk bekerja secara maksimal dan cepat. Jangan sampai setelah terjadi polemik baru akan bekerja," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















