DPRD Provinsi Kalimantan Selatan kembali digoyang demo massa yang menolak kebijakan pemerintah akan menaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Kamis. <p style="text-align: justify;">Aksi demo ke DPRD Kalimantan Selatan (Kalsel) itu terjadi dua kali dari massa berbeda, yaitu Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM) dan Badan Eksekutif Mahasiswa (BEM) Universitas Islam Kalimantan (Uniska) Syech Muhammad Arsyad Al Banjary.<br /><br />Kedatangan pengunjukrasa dari dua elemen mahasiswa itu, diterima pimpinan Komisi IV bidang Kesra DPRD Kalsel, yakni Wakil Ketua Akhmad Jazuli (PKS), Sekretaris Maitri Poespa Kusasih (PAN) dan H Asmara Yanto (PBR).<br /><br />Dewan Pengurus Daerah (DPD) IMM Kalsel yang datang bersama massanya ke "Rumah Banjar" (Gedung DPRD Kalsel) menyampaikan pernyataan sikap, yaitu menolak kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Karena menurut massa yang berada di bawah asuhan Muhammadiyah, salah organisasi sosial kemasyarakatan di Indonesia itu, kenaikan harga BBM hanya akan menyengsarakan rakyat Indonesia.<br /><br />DPD IMM Kalsel juga menolak kebijakan pemberian Bantuan Langsung Tunai (BLT), tak akan menyelesaikan masalah, tapi merupakan kebijakan politis menaikkan pencitraan pemerintah yang ganderung popularitas.<br /><br />Selain itu, mereka meminta pemerintah menasionalisasikan aset-aset asing di Indonesia, untuk kesejahteraan rakyat Indonesia, bukan menguntungkan negara lain.<br /><br />Sikap lainnya, meminta penegakkan hukum tanpa tebang pilih, tangkap dan adili koruptor sampai ke akar-akarnya dan sita aset koruptor untuk negara dan digunakan bagi kemakmuran rakyat Indonesia.<br /><br />Tuntutan serupu dari BEM Uniska Muhammad Arsyad Al Banjary Banjarmasin, yang datang membawa sejumlah poster ke DPRD Kalsel, antara lain bertuliskan, "tolak kenaikan BBM" dan "BBM naik, rakyat susah".<br /><br />Pimpinan Komisi IV DPRD Kalsel mengaprisiasi segala kritik dan saran pengunjukrasa, walau masalah BBM bukan pembidangan komisinya, tapi bidang Komisi III yang sedang melakukan kunjungan kerja ke Kementerian ESDM.<br /><br />"Pernyataan sikap tersebut akan kami sampaikan kepada pihak yang berkompeten melalui Pimpinan DPRD Kalsel," tandas wakil-wakil rakyat dari PKS, PAN dan PBR itu.<br /><br />Sebelumnya, sejak 12 Maret lalu gelombang aksi demo juga mendatangi "Rumah Banjar" menolak kenaikan harga BBM, meminta turunkan harga sembako yang sudah terlanjur naik, serta menangkap dan mengadili koruptor seberat-beratnya.<br /><br />Aksi-aksi demo di Banjarmasin belakangan ini yang makin marak menolak kenaikan harga BBM, antara lain dari Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI), Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) dan BEM Institut Agama Islam (IAIN) Antasari.<br /><br />Selain itu, dari Hizbut Tahrir Indonesia (HTI) dan belakangan dari IMM yang dua hari berturut-turut datang ke DPRD Kalsel, serta BEM Uniska Banjarmasin. <strong>(phs/Ant)</strong></p>


















