DPRD : Kerusakan Hutan Dan Lahan Memungkinkan Banjir

oleh

Wakil Ketua DPRD Kalimantan Selatan H Riswandi berpendapat, kerusakan hutan dan lahan memungkinkan terjadinya banjir yang melanda beberapa wilayah di provinsi tersebut belakangan ini. <p style="text-align: justify;">"Apalagi ditambah dengan curah hujan tinggi, rentan terjadi banjir, karena ketiadaan daerah resapan atau tangkapan air sebagai penyangga, disebabkan kerusakan hutan dan lahan," tandasnya di Banjarmasin, Jumat.<br /><br />Karenanya anggota DPRD Kalsel dua periode itu mengajak semua pihak agar menjaga kelestarian hutan dan lahan, serta melakukan rehabilitasi terhadap kawasan yang sudah terlanjur rusak sehingga tidak bertambah parah.<br /><br />"Sebab kalau kerusakan hutan dan lahan semakin parah, bukan cuma banjir, tapi juga bisa menimbulkan bencana alam lain yang lebih dahsyat. Hal tersebut, tentu tak kita ingin bersama," lanjutnya.<br /><br />Menurut dia, kerusakan hutan dan lahan tersebut mungkin karena penggailian sumber daya alam (SDA) yang tidak terkendali, seperti kegiatan pertambangan yang terkesan cuma mau mengejar keuntungan, tanpa memperhatikan aturan.<br /><br />Terkait persoalan tersebut, wakil rakyat yang menyandang gelar sarjana ilmu pemerintahan itu, pengusaha tambang atau perkebunan agar juga berkomitmen untuk memperbaiki atau mengembalikan kondisi lahan.<br /><br />Begitu pula pemerintah kabupaten/kota harus berkomitmen mempertahankan daerah-daerah tangkapan hujan, dengan tidak mengalihfungsikan lahan untuk kegiatan lain, pintanya.<br /><br />Politisi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) itu menyatakan, turut prihatin atas bencana banjir yang kembali melanda beberapa wilayah di provinsi yang terdiri 13 kabupaten/kota tersebut.<br /><br />Seperti terjadi Kamis (9/1), banjir melanda beberapa wilayah di Kabupaten Hulu Sungai Tengah (HST), Hulu Sungai Selatan dan Kota Banjarbaru, sehingga cukup mengganggu terhadap aktivitas masyarakat setempat khususnya. <strong>(das/ant)</strong></p>