DPRD :Koperasi Perantara Industri Hulu Dan Hilir

oleh

Komisi II bidang ekonomi dan keuangan DPRD Kalimantan Selatan, mengharapkan peningkatan peran koperasi di wilayah ini sebagai perantara industri hulu dan hilir. <p style="text-align: justify;"><br />"Peran perantara industri hulu dan hilir tersebut terutama di bidang agro industri, dimana Kalsel memiliki potensi besar untuk itu," ujar Ketua Komisi II DPRD provinsi setempat, Muhammad Ihsanudin, di Banjarmasin, Senin.<br /><br />Dengan peningkatan peran koperasi tersebut, menurut Bendahara Dewan Pimpinan Wilayah Partai Keadilan Sejahtera (PKS) Kalsel itu, masing-masing pihak bisa mendapatkan nilai tambah dan mendatangkan "multiplayer efek" yang cukup besar.<br /><br />Menurut mantan pegawai Departemen Keuangan tersebut, keberadaan koperasi di Kalsel selama ini belum banyak berperan sebagai perantara industri hulu dan hilir.<br /><br />Padahal potensi atau peluang koperasi di Kalsel juga cukup besar sebagai perantara industri hulu dan hilir, terlebih dalam hubungan menumbuhkembangkan agro industri.<br /><br />"Karena upaya menumbuhkembangkan agro industri bagian dari Rencana Pembangunan Jangka Panjang Daerah (RPJPD) Kalsel 2006 – 2025," tandas wakil rakyat dari PKS tersebut.<br /><br />Dalam kaitan upaya peningkatan peran koperasi sebagai perantara industri hulu dan hilir tersebut, Komisi II DPRD Kalsel meminta, Dinas Koperasi dan Usaha Kecil Menengah (UKM) agar membuat "cetak biru" dari perencanaan program.<br /><br />"Cetak biru (blueprint) tersebut akan kita konsultasikan dan koordinasikan dengan Kementerian Koperasi dan UKM serta kementian lain yang terkait," demikian Ihsanudin.<br /><br />Pada kesempatan terpisah, Kepala Dinas Koperasi dan UKM Kalsel Bambang Supriady menyatakan, sependapat dengan Ketua Komisi II DPRD provinsi setempat, perlunya peningkatan peran koperasi.<br /><br />Oleh sebab itu, sebagai langkah awal, dia bertekad, untuk menumbuhkembangkan kembali koperasi-koperasi primer yang bersentuhan langsung dengan agri bisnis dan agro industri, seperti Koperasi Unit Desa (KUD).<br /><br />"Keberadaan KUD tempo dulu cukup baik, tinggal peningkatan peran sebagai perantara industri hulu dan hilir, seperti pengolahan hasil-hasil pertanian menjadi barang jadi atau minimal setengah jadi, guna mendatangkan nilai tambah," demikian Bambang. <strong>(phs/Ant)&lt;/strong></p>