DPRD Kotabaru Minta SPBU Ditambah

oleh

Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, meminta kepada pemerintah daerah untuk menambah jumlah stasiun pengisian bahan bakar umum (SPBU), guna menghindari antrean panjang konsumen. <p style="text-align: justify;">"SPBU yang ada masih kurang dari 10 unit, sementara jumlah kendaraan terus bertambah," kata anggota Komisi II DPRD Kotabaru H. Syaiful Bahri, di Kotabaru, Sabtu.<br /><br />Kabupaten Kotabaru yang memiliki luas sekitar sepertiga dari wilayah Kalimantan Selatan yang terdiri 13 kabupaten/kota itu kini baru memiliki tujuh SPBU. Empat SPBU di wilayah Pulaulaut, dan tiga lainnya di daratan ujung tenggara Pulau Kalimantan itu.<br /><br />Dengan penambahan SPBU, diharapkan bisa mengurangi antrean kendaraan roda dua dan roda empat di setiap SPBU di Kotabaru. Syaiful mengaku prihatin, setiap hari di semua SPBU di Kotabaru terjadi antrean panjang konsumen. Salah satu dampak dari antrean panjang tersebut, aktivitas masyarakat, khususnya yang menggunakan kendaraan terganggu dan warga juga resah.<br /><br />Sebelumnya, Asisten Bidang Perekonomian dan Kesra Setda Kotabaru H. Hasbi M Tawab, minta PT Pertamina segera menambah kuota BBM.<br /><br />"Salah satu faktor penyebab naiknya harga premium di tingkat pengecer, karena pedagang harus mengantre BBM cukup lama di SPBU," katanya.<br /><br />Terjadinya antrean panjang di SPBU diduga kuota BBM masih menggunakan data 2012. Sementara jumlah kendaraan roda dua dan mobil dari waktu ke waktu terus bertambah. <strong>(phs/Ant)</strong></p>