Komisi B DPRD Kubu Raya, mengingatkan Pemerintah Kabupaten tersebut untuk menggenjot Pendapatan Asli Daerah dengan memerhatikan berbagai potensi yang ada dan realisasi program yang telah direncanakan. <p style="text-align: justify;">"Meski target PAD kita tinggi, tetap harus bisa tercapai," kata Ketua Komisi B DPRD Kubu Raya, Suprapto, di Sungai Raya, Sabtu.<br /><br />Menurutnya, peningkatan PAD sebagai salah satu bentuk keberhasilan daerah otonomi baru akan dapat dicapai bila segala potensi dapat digali dan program yang telah direncanakan dapat direalisasikan dengan baik.<br /><br />"Potensi daerah bisa dimaksimalkan asalkan benar-benar didukung pemerintah. Kami optimis PAD kita bisa melebihi Rp27 miliar kalau potensinya digali secara optimal," kata Suprapto.<br /><br />Dia menambahkan, Kubu Raya masih menyimpan potensi pendapatan terpendam dan berada di mana-mana. Potensi tersebut belum sepenuhnya dimaksimalkan karena belum digali menyeluruh.<br /><br />Berdasarkan hal tersebut, Bupati Kubu Raya Muda Mahendrawan mengatakan tahun 2011 pihaknya akan meningkatkan PAD dengan memanfaatkan potensi yang ada menjalankan program yang telah dirancang sedemikian rupa.<br /><br />"Apa yang telah kita program pada tahun ini harus berjalan, jangan sampai macet atau jalan di tempat dengan harapan PAD itu dapat dirasakan masyarakat," kata Muda.<br /><br />Muda menjelaskan, bila program-program yang telah direncanakan di setiap Satuan Kerja Perangkat Daerah dapat dilaksanakan dan realisasinya dapat dirasakan masyarakat, tentunya akan terjadi peningkatan perekonomian masyarakat yang pada akhirnya berdampak pada peningkatan PAD.<br /><br />"Kita yakin kalau masyarakat merasakan program pembangunan, timbal baliknya akan terjadi peningkatan kualitas masyarakat dari berbagai sektor pembangunan termasuk perekonomian, misalnya daya beli dan lainnya. Terpenting program itu harus jalan," ucap Muda.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Pendapatan Pengelolaan Keuangan dan Aset Daerah Kubu Raya, Sutrisno mengungkapkan tahun ini, PAD Kubu Raya ditargetkan sekitar Rp27 miliar, bertambah sekitar Rp9 miliar dari 2010 sekitar Rp18 miliar.<br /><br />Untuk mencapai target PAD tersebut, Sutrisno mengatakan, cukup banyak potensi yang dapat digali, misalnya pajak sarang burung walet.<br /><br />"Kita sekarang sedang melihat kualitas walet di Kubu Raya, rencananya akan melibatkan tenaga dari kecamatan atau desa untuk pendataan," katanya.<br /><br />Pendataan mengenai kualitas sarang burung walet di Kubu Raya ini sangat penting untuk mengetahui nilai jual, karena harga sarang burung walet tergantung kualitasnya.<br /><br />"Harganya saat ini cukup bervariasi, ada yang mencapai belasan juta rupiah per kilogram ada pula yang hanya sekitar Rp3 juta per kilogram," ungkap Sutrisno.<br /><br />Karena variasi harga tersebut, menurut dia, dalam pajak sarang burung walet itu ditentukan berdasarkan harga minimalnya di pasaran.<br /><br />"Kita melihat potensi sarang burung walet di Kubu Raya cukup besar kontribusinya untuk meningkatkan PAD Kubu Raya," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














