DPRD Minta Dishub Tingkatkan Pengawasan Transportasi Laut

oleh

Kalangan DPRD Kotabaru, Kalimantan Selatan, meminta Dinas Perhubungan setempat untuk meningkatkan pengawasan terhadap armada transportasi laut di wilayah itu, setelah beberapa kali musibah yang menyebabkan jatuhnya korban jiwa. <p style="text-align: justify;">Upaya untuk meningkatkan kewaspadaan tersebut disampaikan Komisi II DPRD pada rapat kordinasi dengan Dinas Perhubungan Kotabaru, Sabtu.<br /><br />Menurut Wakil Ketua Komisi II DPRD Kotabaru H Genta Kusan, selain harus memiliki izin berlayar, perusahaan pelayaran harus melengkapi sarana keselamatan berlayar, seperti, jaket pelampung, perahu karet, alat komunikasi radio sistem stasiun berjaringan (SSB) dan alat keselamatan yang lain.<br /><br />Genta menegaskan Dinas Perhubungan harus selalu meminta perusahaan pelayaran untuk mengutamakan keselamatan para penumpang kapal.<br /><br />Ketua Komisi II Drs Syaiful Bahri, menambahkan, instanasi berwenang juga harus tegas terhadap perusahaan pelayaran yang diduga menyalahgunakan perijinananya.<br /><br />Tindakan tegas tersebut menurut Syaiful, semata-mata untuk menghindari terjadinya musibah, seperti yang alami PM Martasiah B II, yang tenggelam di perairan Tanjung Dewa, dan menewaskan 29 penumpang dari 102 penumpang.<br /><br />Ketegasan yang dimaksud, di antaranya, adalah perusahaan pelayaran yang mengoperasikan kapal tidak diperkenankan untuk membawa penumpang melebihi kapasitas atau melebihi jumlah alat keselamatan.<br /><br />Sekretaris Komisi II Drs Firman juga mengharapkan perusahaan pelayaran transparan dalam memberikan laporan kepada instansi terkait, aeperti laporan jumlah penumpang dan rute pelayaran.<br /><br />Selama Juni 2011 di perairan Kotabaru telah terjadi beberapa kali kecelakaan laut.<br /><br />Senin (6/6) PM Martasiah B II, yang membawa sekitar 102 penumpang dan barang yang berlayar dari pelabuhan Panjang Kotabaru sekitar pukul 10.00 Wita menuju Geronggang, Kelumpang Tengah, tenggelam di Perairan Tanjung Dewa, setelah sekitar dua jam berlayar.<br /><br />Dari 102 penumpang, 29 penumpang ditemukan tewas dan 73 lagi selamat.<br /><br />Penyebab tenggelamnya PM Martasiah B II diduga karena kelebihan muatan dan akibat gelombang tinggi.<br /><br />Sepuluh hari kemudian, yakni Kamis (16/6) sebuah kapal tunda jenis "landing craft tank" (LCT) Dagis II sekitar pukul 04.30 Wita terbakar dan tenggelam di perairan Hilir, Kotabaru.<br /><br />Belum diketahui penyebab terbakarnya kapal LCT Dagis II, namun peristiwa tersebut telah merenggut satu nyawa, dan korban luka-luka.<br /><br />Sebuah kapal mengangkut ekitar puluhan tandan buah segar (TBS) kelapa sawit, sekitar Rabu (22/6) tenggelam di perairan Tanjung Dewa.<br /><br />Belum diketahui penyebab tenggelamnya kapal dan jumlah korban atas tenggelamnya kapal pengangkut TBS kelapa sawit yang diduga berasal dari Pamukan Selatan tersebut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>