DPRD: Mutu Proyek Fisik Masih Memprihatinkan

oleh

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah menilai mutu pekerjaan proyek fisik tahun anggaran 2010 hasilnya masih kurang maksimal dan sebagain kondisinya memprihatinkan. <p style="text-align: justify;">"Kondisi itu diketahui setelah kami melakukan peninjauan secara langsung di lapangan," kata Ketua Tim pemantau hasil pembangunan DPRD Kotawaringin Timur wilayah Kecamatan Mentawa Baru Ketapang, Baamang dan Seranau, Otjim Supriatna, di Sampit, Jumat.<br /><br />Pemerintah Kabupaten Kotawaringin Timur sebelumnya mengklaim realisasi pembangunan fisik tahun anggaran 2010 telah mencapai 100 persen, namun dari segi mutu pekerjaan dan pemanfataan masih jauh dri harapan, katanya.<br /><br />Ia mengatakan, hasil kegiatan seperti pembangunan jalan, jembatan dan irigasi kualitasnya masih sangat rendah karena diduga pengerjaannya dilakukan dengan tergesa-gesa sehingga mengabaikan ketentuan yang telah ditentukan.<br /><br />Menurut dia, hal itu terjadi karena adanya keterlambatan penyusunan rancangan dan pelelangan yang dilakukan instansi terkait.<br /><br />Dalam pemantauan hasil pembangunan itu DPRD Kotawaringin Timur juga menemukan ada beberapa hasil pekerjaan fisik yang sudah rusak seperti yang terjadi pada gedung ruang kedatangan penumpang di Bandar Udara (Bandara) Haji Asan Sampit.<br /><br />Gedung yang baru selesai dibangun itu sekarang atapnya sudah bocor, plafon ada yang jebol dan di beberapa bagian cat sudah mengelupas. Bukan hanya itu bangunan pasar keramat hingga saat ini pemanfaatannya juga masih belum maksimal.<br /><br />Hal itu, katanya, karena perencanaan pembangunannya kurang memperhatikan aspirasi masyarakat.<br /><br />Menurut Otjim, pembangunan pasar keramat menelan dana miliaran rupiah, tapi sekarang bangunan itu terkesan mubazir atau tidak tepat sasaran.<br /><br />Dalam melaksanakan pembangunan fisik yang bersifat besar pemerintah daerah tidak memiliki perencanaan yang matang, salah satu contohnya adalah pembangunan komplek Islamik center dan sport center.<br /><br />?Kami juga menemukan ada beberapa kegiatan pembangunan yang seharusnya dilanjutkan, justru dihentikan. Padahal manfaat kegiatan itu sangat besar bagi masyarakat, seperti peningkatan jalan menuju pemukiman transmigrasi Desa Bapeang yang belum selesai,? katanya.<br /><br />Begitu juga dengan peningkatan jalan menuju Desa Tinduk yang panjangnya mencapai 5 kilometer dan pada 2010 dilakukan peningkatan sepanjang 1 kilometer. Namun pada 2011 tidak dianggarkan lagi.<br /><br />"Hasil peninjauan pembangunan baik itu yang dibiayai oleh Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) maupun Anggaran Pendapatan dan Belanja Negara (APBN) nantinya akan menjadi bahan laporan dan disampaikan dalam rapat paripurna," katanya.<br /><br />Ia menambahkan, untuk temuan pembangunan yang masih tidak sesuai dengan keinginan masyarakat nantinya akan dievaluasi.<strong> (das/ant)</strong></p>