Badan usaha milik negara dan perusahaan swasta di Kotabaru, Kalimantan Selatan, harus berani transparan dalam mengelola dana program community developmen atau corporate social responsibility untuk masyarakat. <p style="text-align: justify;">"Karena informasi yang kami dengar, dana program community developmen (CD) atau corporate social responsibility (CSR) setiap perusahaan mencapai miliaran rupiah, namun kenyataanya di lapangan program yang dikerjakan sepertinya biasa-biasa saja," kata Ketua DPRD Kotabaru Alpidri Supian Noor MAP, Rabu.<br /><br />Kader Golkar tersebut khawatir, perusahaan di Kotabaru baik yang berasal dari Badan Usaha Milik Negara (BUMN) maupun perusahaan swasta murni dalam menyampaikan laporan terkait dana CD/CSR kepada pemerintah daerah tidak menjelaskan dengan detail, hanya globalnya saja.<br /><br />"Sungguh sangat bijaksana, jika perusahaan tidak keberatan melaporkan bahwa dana CD/CSR yang dialokasikan dari perusahaan itu disampaikan dengan detail baik tentang program maupun biayanya," tandasnya.<br /><br />Selain meminta agar lebih transparan, Alpidri juga meminta alokasi dana CD/CSR dari perusahaan tambang dan perkebunan yang ada di Kotabaru ditingkatkan.<br /><br />Jika BUMN ditetapkan dana CD/CSR sekitar 2,5 persen, maka perusahaan swasta bisa ditingkatkan lebih dari itu.<br /><br />"Bahkan bila perlu, pemerintah daerah perlu membuat payung hukumnya yang jelas, bahwa dana CD/CSR ditetapkan sekian persen, misalnya" tambah dia.<br /><br />Ia juga meminta, perusahaan tidak hanya memberikan program sunatan massal, operasi bibir sumbing atau program rutinitas saja.<br /><br />Akan tetapi lebih dari itu, perusahaan dapat memberikan program pembangunan yang lebih besar lagi.<br /><br />"Karena pada kenyatanya, perusahan, khususnya perusahaan tambang itu telah mengeruk hasil yang sangat besar dari Kotabaru, tetapi hasil yang dikembalikan relatif kecil," katanya.<br /><br />Alpidri juga berharap, perusahaan dapat berkoordinasi sebelum melaksanakan kegiatan, agar tidak tumnpang tindih dalam pelaksanaanya nanti. <strong>(phs/Ant)</strong></p>














