DPRD: Perusahaan Tambang Belum Mampu Sejahterakan Masyarakat

oleh
oleh

Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru Kalimantan Selatan menilai sebagian besar perusahaan tambang di Kotabaru belum mampu menyejahterakan masyarakat di daerah itu. <p style="text-align: justify;">Anggota Komisi II DPRD Kotabaru Asmail, Sabtu, beranggapan di mana pun perusahaan tambang berada, kebanyakan tidak menyejahterakan masyarakat setempat.<br /><br />"Saya dulu pernah bekerja di perusahaan tambang. Dari pengalaman, beberapa daerah yang melakukan aktivitas pertambangan, di sana akan kita dapati tidak saja alam yang rusak, tetapi juga sistem sosial budaya juga ikut terkikis," kata Asmail.<br /><br />Salah satu contoh, kata Asmail, kalau dulu di desa yang tidak ada tambangnya warga biasa dalam keseharian saling bekerja sama dalam suasana kekeluargaan.<br /><br />Akan tetapi, setelah ada perusahaan tambang masuk, semuanya diukur dengan uang sehingga nilai-nilai sosial masyarakat pedesaan yang suka menolong orang lain tanpa pamrih mulai sulit didapat.<br /><br />Menurut dia, yang paling mencengangkan adalah ada kegiatan tambang yang besar. Biasanya disana juga ditemukan kegiatan prostitusi, baik yang terorganisasi mapun individu.<br /><br />"Kalau dipikir secara dalam, tambang itu bisa menimbulkan dampak negatif terhadap sistem sosial kemasyarakatan," katanya menegaskan.<br /><br />Salah satu warga Kotabaru, Saparudin yang juga bekerja di pertambangan, membenarkan adanya dampak negatif dari kegiatan tambang.<br /><br />Meski dia mengakui kerja di pertambangan besar gajinya, tetapi 1 hektare tanah rela dia tanami karet daripada menggali tanah tersebut untuk dikeruk kandungan alamnya.<br /><br />"Bukan apa-apa, hanya dengan menanam karet 1 hektare, maka ketika nanti sudah panen, para pekebun bisa memperoleh hasil sekitar Rp4 juta per bulannya," katanya.<br /><br />Hal senada juga dikatakan oleh Ketua LSM Anak Kaki Gunung Sebatung (Akgus), Ardi Yandi Yusran. Menurut dia, tambang pada umumnya akan meninggalkan hal-hal buruk kepada masyarakat.<br /><br />"Beberapa daerah tambang di Kotabaru telah meninggalkan bekas-bekas galian yang dalam dan menyisakan air, padahal dulunya hutan," ujarnya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>