DPRD Prihatin Adanya PHK Karyawan Perusahaan Tambang

oleh

Kalangan DPRD Kabupaten Kotabaru, Kalimantan Selatan, merasa prihatin adanya pemutusan hubungan kerja karyawan di sejumlah perusahaan pertambangan di Kotabaru. <p style="text-align: justify;">Kerpihatinan di kalangan anggota legislatif tersebut disampaikan Ketua Komisi II DPRD Kotabaru, HM Faruk, di Kotabaru, Sabtu, menanggapi meningkatnya angka pengangguran di Kotabaru, salah satunya akibat pemutusan hubungan kerja (PHK), khususnya pada sejumlah perusahaan tambang.<br /><br />"Dewan meminta agar pihak perusahaan di Kotabaru bijak dalam merumahkan karyawan dan merekrut mereka kembali yang sebelumnya telah di PHK," kata Faruk.<br /><br />Menurut dia, perlu kearifan bagi sejumlah perusahaan agar berusaha meminimalkan terjadinya pemutusan kerja, jika memang operasional perusahaan bisa tetap bertahan.<br /><br />Diketahui sebelumnya tingkat pengangguran di Kabupaten Kotabaru, meningkat sekitar 0,22 persen dari 4,38 persen menjadi 4,60 persen dari jumlah penduduk Kotabaru yang berjumlah 290.142 jiwa (hasil Sensus Penduduk Indonesia 2010).<br /><br />Kepala Badan Pusat Statistik Kotabaru Misnawati, di Kotabaru, mengatakan, naiknya angka pengangguran salah satunya disebabkan terjadinya pemutusan hubungan kerja (PHK) di perusahaan pertambangan.<br /><br />"Terjadinya PHK di sektor pertambangan, salah satunya akibat dampak kebijakan pemerintah yakni, larangan ekspor hasil tambang mineral," katanya.<br /><br />Tingginya angka urbanisasi atau perpindahan penduduk dari Pulau Jawa, dan daeraah lainnya ke Kotabaru juga menjadi salah satu faktor penyumbang tingginya angka pengangguran di "Bumi Saijaan".<br /><br />Berdasarkan hasil survei angkatan kerja nasional (Sakernas) terakhir, tingkat pengangguran di Kotabaru pada 2012 sebesar 4,38 persen dari jumlah penduduk 290.142 jiwa.<br /><br />Sedangkan periode 2013, tingkat pengangguran naik sebesar 0,22 persen menjadi 4,60 persen dari jumlah penduduk sebesar 290.142 jiwa.<br /><br />Kabupaten menduduki peringkat ke-IV jumlah pengangguran terbesar dari 13 kabupaten/kota di Provinsi Kalimantan Selatan. Bahkan angka pengangguran di Kotabaru terjadi fenomena, sebab 12 kabupaten kota di Kalsel prosentase pengangguran cenderung turun, sebaliknya di Kotabaru terjadi kenaikan.<br /><br />Namun naiknya angka pengangguran di Kotabaru bertolak belakang dengan naiknya investasi di Kotabaru.<br /><br />Terpisah, Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Daerah Kotabaru H Ansyar Noor, menyatakan, investasi di Kotabaru periode 2013 naik sekitar 300 persen.<br /><br />Kenaikan nilai investasi tersebut juga disampaikan Bupati Kotabaru H Irhami Ridjani di beberapa acara resmi di daerah Kotabaru.<br /><br />Namun sayang, menurut sejumlah masyarakat Kotabaru, ternyata naiknya investasi tersebut belum mampu menurunkan tingkat penagngguran di Kotabaru, justru sebaliknya, angka pengangguran semakin tinggi. <strong>(das/ant)</strong></p>