DPRD: Rasionalisasi APBD Kabupaten Penajam Solusi Terakhir

oleh

Ketua DPRD Kabupaten Penajam Paser Utara, Kalimantan Timur, Nanang Ali menegaskan bahwa rasionalisasi atau pengurangan anggaran APBD 2015 akibat menurunnya pendapatan dari dana perimbangan sektor minyak dan gas merupakan solusi terakhir yang akan diambil. <p style="text-align: justify;">"Masih banyak sumber lain yang bisa digali untuk menambah pendapatan daerah, bisa mencari anggaran di APBD Kaltim maupun APBN," kata Nanang Ali ketika dihubungi di Penajam, Rabu.<br /><br />Pemerintah daerah, menurut Nanang, harus bisa mencari sumber pendapatan lain, seperti bantuan keuangan melalui APBD Kaltim maupun APBN.<br /><br />"Pemkab Penajam tidak boleh serta merta merencanakan rasionalisasi karena pendapatan yang telah ditetapkan tidak mencapai target," tambahnya.<br /><br />Menurut ia, upaya menambah pendapatan tersebut merupakan tugas dari Dinas Pendapatan Daerah (Dispenda) dan Badan Pengelola Keuangan dan Aset Daerah (BPKAD) dalam mencari sumber pendapatan yang lain.<br /><br />"Sudah menjadi tugas Dispenda dan BPKAD untuk mencari sumber pendapatan yang lainnya. Baru awal tahun dan program belum terlaksana, tapi kok sudah pesimistis pendapatan tidak bisa tercapai," ujarnya.<br /><br />Namun, DPRD Penajam Paser Utara belum bisa mencampuri masalah rencana rasionalisasi anggaran yang akan dilakukan pemerintah daerah tersebut.<br /><br />"DPRD bisa membahas rencana rasionalisasi setelah penyampaian nota keuangan APBD Perubahan. Program yang sudah menjadi kesepakatan dalam pembahasan APBD 2015, harus dijalankan pemerintah. Kalau mau menunda program, silahkan saja, tapi tidak perlu diungkap ke publik," ungkap Nanang.<br /><br />Sebelumnya, Pemkab Penajam Paser Utara berencana melakukan rasionalisasi anggaran pada APBD 2015, akibat dana perimbangan 2015 yang diberikan pemerintah pusat dari sektor migas turun menjadi Rp800 miliar, dari tahun sebelumnya mencapai Rp1,5 triliun.<br /><br />Bupati Penajam Paser Utara Yusran Aspar menyatakan turunnya dana perimbangan migas itu sebagai dampak merosotnya harga minyak dunia tersebut, dipastikan memengaruhi APBD 2015 yang sudah disahkan oleh DPRD, yakni sebesar Rp1,8 triliun. (das/ant)</p>