DPRD Sekadau Menggelar Rapat Paripurna Ke 11

oleh

Masa persidangan ke 3, yang membahas tentang jawaban eksekutif terhadap pemandangan umum fraksi-fraksi. <p style="text-align: justify;">Rapat paripurna tersebut digelar di ruang sidang DPRD Sekadau, pada Rabu (26/8), dan sekaligus mendengarkan jawaban dari eksekutif yang disampaikan oleh Pj Bupati Sekadau, Moses Hermanus Munsin.<br /><br />Dalam penyampaianya, Munsin mengapresiasi atas masukan, sara da kritikan yang membangun demi kesempurnaan pertanggungjawaban APBD kabupate Sekadau tahun anggaran 2014. Secara umum ia menyampaikan penjelasn eksekutif atas pemandangan umum fraksi-fraksi DPRD Sekadau.<br /><br />Seperti, penyampaina raperda tentang pertanggungjawaban pelaksanaan APBD Sekadau 2014, melebihi dari jadwal yang telah ditentukan, dikareakan laporan keunagan pada Juni masih dalam proses audit BPK RI, sehingga untuk menjaga konsistensi laporan keuangan yang disampaikan kepada DPRD perlu menunggu hasil audit BPK RI.<br /><br />Selain itu ia juga menyampaikan, tentang kinerja keuangan bidang pendapatan tahu anggaran 2014 sebesar RP. 643 Milyar, atau 110 persen dari target sebesar Rp. 640 Milyar. “Belum maksimalnya realisasi PAD disebabkan adanya peningkatan target PAD dalam APBD perubahan sebagai akibat penyerahan piutang PBB-P2 tahun 2014, yang wajib diakui dalam akuntansi pemerintah daerah, sekaligus ditargetkan sebagai rencana penerimaan PAD,” tuturnya.<br /><br />Untuk kinerja keuangan bidang belanja tahun anggaran 2014 sebesar Rp. 631 Milyar atau 90,95 persen, dari target sebesar Rp. 697,51 Milyar. Adapun sisa lebih pembiayaan anggaran (Silpa) tahun anggarn 2014 sebesar Rp. 68,49 Milyar, merupakan kelebihan realisasi pendpatan daerah, efesiensi belanja terhadap kegiatan dan belum optimalnya belanja. (KN)</p>