DPRD Selidiki Jual Beli Skab Batu Bara

oleh

DPRD Kalimantan Selatan akan menyelidiki dugaan jual beli Surat Keterangan Asal Barang (SKAB)hasil tambang batu bara yang mulai mencuat ke permukaan. <p style="text-align: justify;"><br />"Kita akan selidiki dan kaji informasi dugaan jual beli SKAB baru bara," ujar Ibnu Sina, anggota Komisi III bidang pembangunan dan infrastruktur DPRD Kalsel, di Banjarmasin, Selasa.<br /><br />Anggota Komisi III DPRD Kalsel yang juga membidangi pertambangan dan energi, serta lingkungan hidup itu, mengaku, baru mendengar informasi dugaan atas jual beli SKAB baru bara di provinsinya.<br /><br />"Kalau betul terjadi jual beli SKAB baru bara, maka percuma saja usaha penertiban penambangan tanpa izin (peti) di Kalsel," tandas anggota DPRD Kalsel dua periode dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS) tersebut.<br /><br />"Terkait dugaan jual beli SKAB baru bara tersebut, saya akan meminta Komisi III DPRD Kalsel memanggil mitra kerja terkait, seperti dinas pertambangan dan badan lingkungan hidup daerah (BLHD), untuk klarifikasi," demikian Ibnu Sina.<br /><br />Sebelumnya dalam diskusi kecil-kecilan Journalist Parliament Community (JPC) Kalsel menyoroti dugaan jual bali SKAB batu bara di provinsi yang kaya dan cukup potensial hasil tambang tersebut.<br /><br />Seorang peserta diskusi forum wartawan parlemen itu mengumpamakan jual beli SKAB baru bara tersebut sama dengan separo nyolong (Sepanyol), dan bisa dikategorikan kriminal pertambangan dan lingkungan hidup.<br /><br />Pasalnya kegiatan "sepanyol" tersebut bisa melegalkan hasil tambang ilegal, serta berdampak pada kerusakan lingkungan, yang kesemuanya itu merupakan pelanggaran hukum atau berupa tindak pidana.<br /><br />Sebagai misal, sebuah perusahaan pertabangan "A" hanya memiliki cadangan tambang batu bara sekitar 3.000 meterik ton, tapi sudah mengapalkan sebanyak 6.000 metrik ton.<br /><br />"Kelebihan pengapalan dari cadangan tambang tersebut mungkin didapat dengan cara ilegal, antara lain melalui jual beli SKAB," demikian kesimpulan sementara diskusi kecil di ruang pers room DPRD Kalsel.<strong> (das/ant)</strong></p>