DPRD Setujui Pinjaman Daerah Rp. 85 Milyar

oleh
oleh

Meski diwarnai aksi perdebatan melalui anggota komisi, fraksi maupun lintas komisi terkait adanya penolakan dan persetujuan pinjaman daerah, namun rencana pinjaman daerah tetap disepakati karena pembangunan tiga jembatan merupakan kebutuhan masyarakat mendesak. Hal tersebut diungkapkan Ketua DPRD Melawi, Abang Tajudin. <p style="text-align: justify;">Menurutnya, dengan demikian lanjutnya, DPRD Melawi secara kelembagaan telah menyetujui pengajuan pinjaman daerah Pemkab Melawi kepada pemerintah pusat yang diperuntukkan bagi pembangunan tiga jembatan. <br /><br />Selanjutnya pihak eksekutif akan melengkapi semua administrasi dan persyaratan, sehingga pinjaman daerah dapat lolos atau disetujui di pusat yang dibebankan kepada APBD Melawi untuk menyicil pinjaman selama 4 tahun kedepan.<br /><br />Dijelaskan, meski kondisi keuangan daerah mengalami defisit hingga Rp 83 miliar lebih tahun anggaran 2017 ini, ternyata seluruh Anggota DPRD bisa menerima usulan Pemkab Melawi untuk melakukan pinjaman daerah. <br /><br />“Alhamdulillah keputusan ini bisa disetujui. Semoga persetujuan ini membantu pemerintah menuntaskan program prioritas,” harapnyasaat ditemui di ruangan kerjanya, kemarin. <br /><br />Dengan melakukan pinjaman daerah, maka besaran APBD Melawi 2017 akan mempengaruhi rencana pembangunan selama 4 tahun kedepan, karena harus mengembalikan dengan menyicil setiap anggaran APBD melunasi Rp 85 milyar tersebut selama 4 tahun.<br /><br />“Belum lagi ditambah biaya administrasi jutaan rupian dan bunga yang dikembalikan berkisar Rp 7-8 miliar. Kita berharap kepada pemerintah daerah agar alokasi pinjaman daerah ini dapat digunakan sesuai dengan kebutuhan pembangunan tiga jembatan itu,” jelas.<br /><br />Pinjaman daerah Kabupaten Melawi tahun 2017 sebesar Rp 85 Miliar untuk kebutuhan pembangunan tiga jembatan. Yakni jembatan Melawi II sebesar Rp 57.157.000.000, pembangunan Jembatan Sungai Pinoh di Kota Baru Rp 16.770.200.000 dan pembangunan Jembatan Sungai Belimbing di Nanga Kebrak Rp 11.072.200.000. (KN)</p>