DPRD Tabalong Bahas Enam Raperda Pajak Daerah

oleh

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kabupaten Tabalong, Kalimantan Selatan mulai membahas enam rancangan peraturan daerah tentang pajak daerah. <p style="text-align: justify;">Keenam Raperda yaitu Raperda tentang pajak reklame, Raperda tentang hotel, Raperda tentang parkir, Raperda tentang pungutan sampah, Raperda tentang hiburan dan Raperda pajak lembaga penyiaran publik lokal.<br /><br />"Kenam raperda terkait pajak daerah sudah masuk tahap penjelasan dan diharapkan dalam waktu dekat bisa disahkan menjadi peraturan daerah," kata Ketua DPRD Tabalong, Darwin Awi, di Tanjung, Minggu.<br /><br />Menurut Bupati Tabalong, Rachman Ramsyi, dari 11 jenis pajak daerah saat ini Tabalong hanya memiliki tiga perda terkait pajak daerah, yakni pajak air tanah, pajak mineral bukan logam/batuan dan bea perolehan hak atas tanah/bangunan.<br /><br />?Saat ini baru tiga perda yang mengatur pajak daerah, karena itu sebagai upaya peningkatan pendapatan dari sektor pajak telah disiapkan enam raperda baru,? jelasnya.<br /><br />Sedangkan dua raperda tentang pengaturan penggunaan jalan umum dan jalah khusus untuk angkutan hasil tambang dan perkebunan serta pengelolaan sarang walet telah masuk tahap penyampaian pendapat akhir fraksi-fraksi.<br /><br />Dari Fraksi Partai keadilan sejahtera, Sumiati, mengatakan raperda pengaturan penggunaan jalan umum dan jalan khusus bagi angkutan hasil perkebunan dan tambang diharapkan bisa memberi nilai positif bagi masyarakat.<br /><br />?Jika truk pengakut hasik perkebunan dan tambang tidak melintas jalan umum, setidaknya masyarakat sebagai pengguna jalan jadi tak terganggu,? jelas Sumiati.<br /><br />Sebelumnya kepala dinas pengelolaan keuangan dan kekayaan daerah Tabalong, Hidwar Ahmadi menyebutkan target pajak bagi hasil dan bukan pajak 2011 sekitar Rp423 miliar dengan dana alokasi khusus sebesar Rp50 miliar.<br /><br />Sementara itu 2012 PAD Tabalong diproyeksikan mencapai Rp50 miliar dengan harapan peningkatan pajak bagi hasil untuk pertambangan batu bara sebesar Rp454 miliar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>