DPRD Tolak Pesawat Ma 60

Dewan Perwakilan Rakyat Daerah Kabupaten Kotawaringin Timur, Kalimantan Tengah, menolak mengoperasian pesawat Merpati jenis MA 60 untuk melayani jalur penerbangan ke dan dari Bandara Haji Asan di Sampit. <p style="text-align: justify;">"Demi keselamatan penumpang, kami tidak akan mengizinkan pesawat Merpati jenis MA 60 melayani penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit," kata Wakil Ketua DPRD Kotawaringin Timur Supriadi MT di Sampit, Rabu.<br /><br />Pengoperasian pesawat Merpati jenis MA 60 membuat resah warga Kotawaringin Timur dan hal itu akan berakibat buruk terhadap pelayanan jasa penerbangan di Bandara Haji Asan Sampit.<br /><br />Masyarakat Kotawaringin Timur masih belum percaya terhadap kelayakan terbang pesawat Merpati MA 60 buatan China yang di beli pemerintah tersebut.<br /><br />Menurut Supriadi MT, kalau ingin tetap memberikan pelayanan di Bandara Haji Asan Sampit pihak managemen Merpati tidak perlu mengganti pesawat, melainkan harus tetap mengopeasikan pesawat lama yakni jenis Foker 737 seri 200 atau jenis lainnya asal jangan pesawat produksi China tersebut.<br /><br />Kekhawatiran masyarakat Kotawaringin Timur itu wajar, karena mereka tidak ingin menjadi korban berikutnya dari pesawat MA 60.<br /><br />Kami hingga saat ini masih belum bisa percaya terhadap kelayakan terbang pesawat Merpati jenis MA 60 itu karena sebelumnya pesawat yang telah dinyatakan layak terbang itu juga jatuh, katanya.<br /><br />Sementara General Manager Agen Merpati Cabang Sampit, Masykur mengatakan, pengoperasian pesawat Merpati jenis MA 60 hanya untuk sementara waktu saja kerena pesawat yang biasanya beroperasi di Bandara Haji Asan Sampit saat ini sedang dilakukan perbaikan.<br /><br />Pesawat Merpati jenis MA 60 hanya melayani penerbangan untuk dua hari saja, yakni Selasa (17/5) dan Rabu (18/5) setelah itu akan kembali menggunakan pesawat yang lama, yakni Foker 737 seri 200, terangnya.<br /><br />Jauh hari sebelum dioperasikannya pesawat MA 60 di Bandara Haji Asan Sampit pihak managemen Merpati telah mengumumkan kepada penumpang.<br /><br />Terpisah Kepala Seksi Keamanan dan Keselamatan Penerbangan Bandara Haji Asan Sampit Harianto mengatakan, selama pesawat tersebut memenuhi persyaratan layak untuk terbang maka pihaknya akan mempersilahkan beroperasi.<br /><br />"Masyarakat memang masih banyak yang khawatir dan ketakutan menumpang pesawat Merpati jenis MA 60 tersebut dan untuk itu jumlah penumpang mengalami penurunan, seperti keberangkatan Rabu (18/5) dari Sampit tujuan Surabaya dari 59 kursi yang disediakan hanya 46 yang terisi," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>