DPRD: Tutup Sarang Walet Dekat Fasilitas Umum

oleh

Kalangan anggota DPRD Palangka Raya meminta kepada para pengusaha burung walet untuk menutup bangunan sarang walet yang mereka dirikan di dekat fasilitas umum. <p style="text-align: justify;"><br />"Kami meminta bangunan sarang walet yang berada di dekat fasilitas umum seperti rumah ibadah, sekolah, rumah sakit, dan jalan-jalan protokol, dapat segera ditutup. Masalahnya, suara tiruan burung walet dari kaset yang keluar sangat mengganggu kenyamanan," kata Ketua Badan Legislasi DPRD Palangka Raya Syaubari Kusmiran, di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Ia mengatakan, hal tersebut juga sudah pernah disampaikan kepada masyarakat oleh DPRD pada saat melakukan sosialisasi rancangan peraturan daerah (ranperda) tentang burung walet dengan meminta saran, masukan dan pertimbangan dari warga, khususnya pengusaha walet beberapa waktu lalu.<br /><br />Menurutnya, meski aturan mengenai hal tersebut sekarang masih belum ada, DPRD meminta kesadaran para pengusaha walet yang bangunan sarangnya berdekatan dengan fasilitas umum untuk segera menutupnya, mengingat suara tiruan burung yang diputar setiap hari itu sangat mengganggu.<br /><br />"Kami sudah memberikan sosialisasi mengenai masalah tersebut sebagai upaya untuk melibatkan masyarakat sekaligus memberikan penyadaran. Dengan demikian, sebelum hal itu dibahas oleh DPRD bersama dengan pemerintah kota (pemkot), telah ada masukan dari warga atau pengusaha walet," ucapnya.<br /><br />Ia mengungkapkan, DPRD sebagai wakil dan penyambung aspirasi rakyat di pemerintahan menginginkan yang terbaik bagi masyarakat, tanpa merugikan pihak manapun.<br /><br />Dengan adanya sosialisasi masalah tersebut, warga sudah mengetahui apa saja yang diperbolehkan dan tidak.<br /><br />"Apabila nanti di dalam perda bangunan para pengusaha walet yang sudah terlanjur berdiri tersebut berada di daerah yang dilarang, maka diharapkan masyarakat yang memilikinya bisa segera memindahkan sebelum dilakukan penertiban," ujar Syaubari.<br /><br />Sementara itu, Lurah Pahadut Kota Palangka Raya Ellya Ulfah menambahkan, bangunan sarang burung walet yang ada di daerahnya saat ini berjumlah sekitar 48 buah.<br /><br />"Saat ini bangunan sarang burung walet yang dekat dengan fasilitas umum, untuk sementara hanya kami diamkan, karena belum ada aturan yang melarang hal tersebut, meskipun saat ini ada wacana untuk menertibkan bangunan tersebut," ujarnya.<br /><br />Ia menjelaskan bahwa 48 bangunan sarang burung walet tersebut sebagian besar berada di dekat fasilitas umum, jadi sambil menunggu aturannya dibuat baru hal tersebut bisa ditindaklanjuti karena sudah ada kepastian hukumnya. <strong>(das/ant)</strong></p>