DPRD : Waspadai Pencampuran Daging Sapi Dan Babi

oleh

DPRD Kalimantan Selatan melalui Komisi IV bidang kesra, meminta pemerintah daerah setempat, baik tingkat provinsi maupun kabupaten dan kota agar mewaspadai penjualan daging sapi bercampur daging babi. <p style="text-align: justify;">Permintaan tersebut disampaikaan Ketua Komisi IV DPRD Kalsel Habib Ali Khaidir Al Kaff, di Banjarmasin, Rabu, berkaitan dengan pemberitaan belakangan ini yang mengungkap kasus bakso yang bahan bakunya berupa daging sapi bercampur daging babi.<br /><br />"Memang di daerah kita belum terdengar bakar bakso yang bercampur daging babi, sebagaimana hal di Daerah Khusus Istimewa (DKI) Jakarta Raya (Jaya)," ujar politisi Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tersebut.<br /><br />"Walau belum terdengar atau belum terjadi, kita tetap harus waspda, agar jangan sampai terjadi," tandasnya didampingi Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel H Budiman Mustafa dari Partai Keadilan Sejahtera (PKS).<br /><br />Habib Ali yang juga Ketua Panitia Khusus (Pansus) III DPRD Kalsel, mengaku, Rancangan Peraturan Daerah (Raperda) yang sedang mereka bahas tak ada hubungan atau belum menyentuh persoalan pencampuran daging sapi dengan daging babi, seperti terjadi belakangan ini.<br /><br />"Raperda yang kami bahas sekarang mengenai pengendalian, penertiban dan pengawasan terhadap peredaran makanan dan penggunaan bahan tambahan yang dilarang digunakan dalam pangan," lanjutnya.<br /><br />Sebagai contoh penggunaan pengawet makanan, diantaranya berupa borak dan pormalin, serta pemakaian zat pewarna yang tak layak konsumsi, demikian Habib Ali.<br /><br />Sementara itu, Wakil Ketua Komisi IV DPRD Kalsel yang juga pensiunan pegawai dinas kesehatan, berpendapat, pencampuran daging sapi dengan daging babi sebagai bahan baku bakso, karena mahalnya harga daging sapi.<br /><br />Selain itu, sulitnya mendapatkan daging sapi, karena pasokan yang kurang, sehingga penjual daging sapi dan pengolah bakso mencapur daging sapi dengan daging babi, lanjutnya.&lt;br /><br />"Berbeda dengan di Kalsel, walau harga daging sapi juga mengalami kenaikan hingga mencapai Rp90.000/Kg, tapi relatif masih mudah mendapatkan di pasaran," demikian Budiman. <strong>(phs/Ant)</strong></p>