Dua Begal Di Muara Teweh Asal Lampung

oleh

Dua dari tiga pelaku pencurian dengan kekerasan atau pembegalan uang yang ditangkap warga Muara Teweh, Kabupaten Barito Utara, Kalimantan Tengah, pada Senin (6/4) berasal dari Provinsi Lampung. <p style="text-align: justify;">"Pengakuan pelaku mereka berasal dari Lampung dan baru tiba di Muara Teweh," kata Kasat Reskrim Polres Barito Utara, AKP Abdul Aziz Septiadi di Muara Teweh, Selasa.<br /><br />Pelaku yang kini jadi tersangka begal itu bernama Heri Harta alias Heri (27) dan Harun Zain datang ke Kota Muara Teweh untuk menjalankan aksi kejahatannya menggunakan mobil rental dari Palangka Raya.<br /><br />Saat ini, kata dia, pihak kepolisian masih mendalami untuk mengungkap jaringan begal lainnya atau dikembangkan pelaku yang lainnya yang kini buron.<br /><br />"Sementara yang kami amankan dua orang berserta barang bukti mobil Innova yang digunakan pelaku bernopol KH 1785 AY," katanya.<br /><br />Apakah ini bagian dari jaringan lintas provinsi? kata Kasat, ada kemungkinan dan pihaknya masih mendalaminya.<br /><br />Pihaknya mengimbau, jika masyarakat membawa uang dalam jumlah besar agar berhati-hati dan minta bantuan kepada polisi untuk pengamanan. Ini untuk mengantisipasi hal-hal yang tidak diinginkan atau menjadi korban perampokan aksi begal seperti yang baru terjadi.<br /><br />"Ini mungkin baru pertama kali terjadi di kota Muara Teweh," jelas dia.<br /><br />Kasat Reskrim mengatakan penangkapan tersebut terjadi saat salah satu pelaku merampas uang korban dan korban melawan.<br /><br />Saat itu kebetulan anggota Buser Polres Barito Utara lewat dan melihat ada kejadian dan langsung mendekat serta mengamankan pelaku.<br /><br />"Dua pelaku begal berhasil diamankan dan satu pelaku berhasil kabur, melarikan diri," ujarnya.<br /><br />Peristiwa itu terjadi pada Senin sekitar pukul 12.30 WIB di kawasan Jalan Jenderal Sudirman atau depan bakso Timbul Muara Teweh.<br /><br />Korban begal itu tiga orang masing-masing Nashipul Umam Aza, Sulaiman alias Arman dan Kastopo yang merupakan pedagang minyak keliling (minyak tanah, elpiji dan minyak goreng) di Muara Teweh menggunakan mobil pikap.<br /><br />Tiga orang pedagang itu dibuntuti pelaku sejak di Jalan Pendreh Muara Teweh. Saat itu mereka sedang melayani pembeli yang sudah menjadi pelanggan. Modus pelaku menghampiri dan meminta uang kepada korban.<br /><br />"Kami dari Jalan Pendreh terus dibuntuti oleh para pelaku yang hendak minta uang, tapi tidak kita hiraukan," kata sala seorang korban Nashipul Umam Aza di kantor Polres Barito Utara.<br /><br />Setelah itu, pedagang melanjutkan berjualan dengan menjadi pengecer minyak ke pelanggannya di Jalan Jenderal Sudirman depan Bakso Timbul.<br /><br />"Saat kami asyik melayani pembeli, pelaku langsung merampas uang di kantong depan sebelah kanan berjumlah Rp2.070.000," katanya.<br /><br />Lalu, kata dia, temannya melawan dan uang berceceran, korban juga berteriak. Warga yang mendengar langsung ikut memukuli para pelaku hingga dua orang berhasil diamankan dan tak lama anggota buser Polres setempat datang mengamankan pelaku. (das/ant)</p>