Dua Persen Anak Belum Miliki Akta Kelahiran

oleh
oleh

Wali Kota Pontianak Sutarmidji mengklaim sekitar dua persen anak-anak di kota itu belum memiliki akta kelahiran karena terbentur orang tuanya melakukan nikah sirih. <p style="text-align: justify;">"Orangtuanya melakukan nikah siri sehingga tidak bisa mengurus pembuatan akta kelahiran karena tidak memiliki surat nikah," kata Sutarmidji di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Menurut dia, meskipun Pemerintah Kota Pontianak telah melakukan program menggratiskan pembuatan akta kelahiran tetapi untuk menuntaskan sisa sekitar dua persen anak itu terbentur karena orangtuanya melakukan nikah siri.<br /><br />"Makanya kedepan atau pada 2012 akan memprogramkan isbat nikah bagi keluarga miskin yang sebelumnya telah melakukan nikah siri dan tidak memiliki buku nikah agar anak-anaknya bisa mengurus atau membuat akta kelahiran," ujar Sutarmidji.<br /><br />Ia menjelaskan, program tersebut merupakan salah satu bentuk terobosan untuk mensukseskan program Kota Layak Anak (KLA) di Kota Pontianak.<br /><br />"Paling tidak kami menargetkan bisa mempertahankan Kota Pontianak yang telah mendapatkan penghargaan sebagai KLA pada 2011," katanya.<br /><br />Menurut Sutarmidji, banyak keluarga miskin atau tidak mampu yang masih nikah siri, sehingga perlu dibantu agar anak-anak mereka bisa memiliki akta kelahiran.<br /><br />"Sebab, untuk mengurus isbat nikah, paling tidak membutuhkan biaya sekitar Rp600 ribu hingga Rp1,2 juta," katanya.<br /><br />Wali Kota Pontianak mengatakan ditetapkannya Kota Pontianak sebagai KLA, setelah kota itu dijadikan proyek rintisan untuk KLA sejak 2009 oleh Kementerian Pemberdyaan Perempuan dan Perlindungan Anak.<br /><br />"Ditetapkannya Pontianak sebagai KLA setelah dilakukan penilaian oleh tim independen dari sekitar 33 kriteria sebagai syarat ditetapkannya KLA," kata Sutarmidji.<br /><br />Di Provinsi Kalimantan Barat baru Kota Pontianak mendapat penghargaan sebagai KLA dari tiga kabupaten yang dijadikan proyek rintisan KLA, yakni Kota Singkawang dan Kabupaten Sintang.<br /><br />Menurut dia, ditetapkannya Kota Pontianak sebagai KLA karena telah berupaya meningkatkan pendidikan anak, kesehatan anak, penyediaan tempat bermain, taman, jaminan kesehatan anak sekolah mulai dari SD hingga SMP bagi anak dari keluarga tidak mampu, serta program rehabilitasi rumah tidak layak huni, meskipun jumlahnya belum optimal. <strong>(phs/Ant)</strong></p>