Dua Perusahaan Kaltim Kelola Lingkungan Sangat Buruk

oleh

Dari 102 perusahaan memperoleh Sertifikat Program Peringkat (Proper) Kinerja Bidang Lingkungan Hidup 2010-2011 dari Pemprov Kalimantan Timur, dua perusahaan mendapat nilai mengelola lingkungan sangat buruk. <p style="text-align: justify;">Dilaporkan di Samarinda, Senin malam bahwa dua perusahaan yang mendapat sertifikat atau bendera hitam itu, yakni PT. Nunukan Sawit Mas di Nunukan dan PT. Harapan Sawit Sejahtera di Paser.<br /><br />Badan Lingkungan Hidup Kaltim melakukan penilaian atau Proper lingkungan, yakni program untuk transparansi dan sekaligus mendorong pelibatan masyarakat dalam pengelolaan lingkungan sesuai Undang-Undang N0. 32 Tahun 2009 tentang Perlindungan dan Pelestarian Lingkungan Hidup.<br /><br />"Kepada perusahaan yang telah melakukan pengelolaan cukup baik, saya ucapkan terima kasih," kata Gubernur Kaltim Awang Farouk Ishak.<br /><br />Perusahaan yang menerima sertifikat tersebut terdiri dari berbagai jenis bidang usaha, seperti perusahaan industri dan jasa, perusahaan HPHTI, perusahaan HPH, perusahaan industri kelapa sawit dan perusahaan pertambangan batu bara.<br /><br />Pada tahun ini, Pemprov memberikan empat predikat emas kepada empat perusahaan yang dianggap sangat baik. Dua diantaranya merupakan perusahaan yang berada di Bontang, yaitu PT. OCI Kaltim Melamine dan PT. Kaltim Parna Industri.<br /><br />Selain itu, perusahaan lain yang mendapatkan penghargaan Emas yaitu PT. Kaltim Prima Coal yang berada di Kutai Timur dan PT. Kideco Jaya Agung yang berada di Paser. Penghargaan lain berupa predikat Hijau diberikan kepada 35 perusahaan.<br /><br />Selain itu, 55 perusahaan mendapat predikat Biru, lima perusahaan mendapat predikat Merah dan dua perusahaan yang mendapatkan predikat Hitam atau merupakan predikat terburuk.<br /><br />Proper ini sendiri dilakukan kepada 37 Perusahaan Tambang Batubara, dua perusahaan Minyak dan Gas (MIGAS), 31 Perusahaan Industri dan Jasa. Sedangkan untuk peringkat kinerja dilakukan kepada delapan Perusahaan Industri HPH/IUPHHK-HA, lima Perusahaan HPHTI/IUHHK-HT dan 19 Perusahaan Perkebunan.<br /><br />"Diharapkan pada tahun mendatang lebih banyak Perusahaan yang mengikuti Proper ini, dan kepada perusahaan yang telah mendapat sertifikat harus bisa memperbaiki apa saja yang kurang agar ditahun mendatang menjadi lebih baik," kata Awang. <strong>(das/ant)</strong></p>