Dugaan Ijazah Palsu, Dua Kades Jadi Tersangka

oleh

Aparat kepolisian menetapkan status tersangka kepada keduanya akibat penggunaan ijazah palsu saat ikut dalam pilkades serentak. Penetapan tersangka ini sendiri diungkapkan langsung oleh Kapolres Melawi, AKBP Oki Waskito baru – baru ini. Dua Kades yang diindikasikan menggunakan ijazah palsu adalah Kades Tembawang Panjang dan Ladau Sadak. <p style="text-align: justify;">“Yang sudah ada laporannya ada dua, yakni Landau Sadak yang dilaporkan lawannya kades terpilih, sementara Tembawang Panjang dilaporkan langsung oleh Pemda yang diwakili dinas pendidikan,” katanya ditemui belum lama ini.<br /><br />Dari pemeriksaan penyidik, kata Oki ada indikasi penggunaan ijazah palsu sehingga keduanya ditetapkan menjadi tersangka. Bahkan dalam sepekan kedepan, kemungkinan kasus ini bakal segera dilimpahkan ke kejaksaan. <br /><br />“Kita proses laporan yang masuk dan soal keputusannya nanti tergantung pengadilan. Kita proses pemalsuan ijazahnya,” katanya.<br /><br />Walau ditetapkan menjadi tersangka dalam berita acara pemeriksaan, Oki mengatakan keduanya belum ditahan oleh aparat kepolisian. Penetapan tersangka juga masih sebatas pada kedua orang kades yang memakai ijazah palsu dalam proses pendaftaran pilkades lalu.<br /><br />“Sampai sekarang masih pada kadesnya saja, karena diakan juga belum cerita kemana dan dengan siapa dia mengurusnya. Kalau yang Landau Sadak, memang kadesnya urus sendiri, dia menggunakan punya istrinya. Kita juga manusiawi kan, masak istrinya juga kita tangkap, karena sang suami pinjam ijazah istri, istrinya tidak kita permasalahkan,” katanya.<br /><br />Sedangkan untuk Kades Tembawang Panjang, tergantung hasil pemeriksaan, bila nantinya kemungkinan keterlibatan orang lain dalam penyediaan ijazah palsu tersebut. Saat ini kata Kapolres sudah menyita barang bukti ijazah yang dipakai untuk mendaftar dalam pilkades.<br /><br />“Nanti kita croscek ke dinas pendidikan, apakah ini palsu atau tidak. Itu pun sudah cukup. Tak perlu dari saksi ahli lagi. Yang bisa menjelas kan disdik, terdata atau tidak ijazah itu,” katanya.<br /><br />Oki menegaskan soal penggunaan ijazah palsu sudah berkali kali diingatkan olehnya agar jangan sampai digunakan untuk mencalonkan diri. Setelah terpilih pun kades tersebut akan menghadapi persoalan pidana akibat penggunaan berkas yang ilegal.<br /><br />“Ya sudah kita ingatkan, tapi karena bersangkutan ini pengen difoto pakai baju putih-putih ya sudah,” katanya.<br /><br />Sementara terhadap satu laporan ijazah palsu lain dari desa Pelita Kenaya, Oki menerangkan, kasus ini masih dalam tingkat penyelidikan polres. Menurutnya, persoalan ini lebih pada kesalahan penulisan saja di dalam ijazah.<br /><br />“Ya macam saya ini Oki bukannya ditulis pakai i tapi pakai y. Tapi ya saya sebenarnya sekolah betul. Jadi sementara itu. Mungkin menurut kadesnya daripada capek ke dinas sana, ya di tipe x sendiri. Tapi dia infonya memang sekolah disana,” katanya.<br /><br />Kades Tembawang Panjang yang baru dilantik sendiri adalah Suparjan. Sebelum dilantik, Suparjan sudah digugat oleh dua cakades yang kalah di desanya. Walau digugat hingga kemudian dilaporkan ke polisi, yang bersangkutan tetap ikut dilantik.<br /><br />Sebelumnya, Bupati Melawi, Panji mengatakan bila nantinya ada yang bermasalah atau tersangkut hukum, yang bersangkutan tetap bisa dilantik.<br /><br />“Manakala sudah dilantik, ternyata keluar putusan inkrah dan yang bersangkutan dinyatakan bersalah, maka saat itulah kita turunkan dan berhentikan atau kita cabut jabatannya. Berikutnya ya dikembalikan dengan mekanisme yang ada,” tegasnya. (KN)</p>