Kepala Biro Kependudukan dan Catatan Sipil Sekretariat Daerah Provinsi Kalimantan Barat Sopiandi mengatakan tengah mendata kembali Nomor Induk Kependudukan (NIK) invalid yang jumlahnya 126.749 buah. <p style="text-align: justify;">"Secepatnya mereka yang datanya masuk NIK invalid itu didatangi. Diberi NIK, yang disebut NIK Generate," kata Sopiandi di Pontianak, Rabu.<br /><br />Ia melanjutkan, nama-nama yang masuk dalam kategori tersebut, harus membuat pernyataan yang ditandatangani dan diketahui oleh Panitia Pemungutan Suara.<br /><br />"Dan disyahkan oleh desa, dusun atau RT," katanya menjelaskan.<br /><br />Ia menambahkan, penduduk yang masuk kategori NIK invalid karena belum terdata.<br /><br />Alasannya, yang bersangkutan belum mempunyai surat pindah, baru datang dari luar daerah atau negeri, serta belum direkam saat pendataan KTP elektronik.<br /><br />Meski masuk kategori NIK invalid, data yang bersangkutan tetap tercantum di dalam daftar pemilih tetap (DPT).<br /><br />"Untuk pendataan NIK invalid, sudah selesai. Tinggal pendataan ulang," kata dia.<br /><br />Ia menjelaskan, nama-nama yang masuk akan didatangi satu persatu agar hasilnya akurat. "Bukan KPU, tapi dari pemda yang mendatangi," katanya menegaskan.<br /><br />Ia tidak memungkiri bakal ada perubahan setelah pendataan dilakukan. Misalnya ada nama yang datanya ganda, maka salah satu harus dicoret.<br /><br />"Kalau yang sudah dicoret, jumlahnya sekitar sembilan ribu nama karena datanya ganda," kata Sopiandi.<br /><br />Mengenai target waktu untuk menuntaskan hal itu, ia tidak memastikan. "Karena data penduduk akan terus berubah," kata dia.<br /><br />Berdasarkan rapat pleno terbuka KPU pada Senin (2/12), data terakhir hasil penyempurnaan DPT Kalbar totalnya 3.484.429 pemilih, dengan jumlah pemilih laki-laki sebanyak 1.782.034 pemilih dan pemilih perempuan sebanyak 1.702.395.<br /><br />Sementara berdasarkan Pleno Rekapitulasi DPT Kalbar 2 November lalu, jumlah DPT Kalbar sebanyak 3.507.808 pemilih. Rinciannya, pemilih pria 1.794.343 orang dan perempuan 1.713.465 orang. <strong>(das/ant)</strong></p>


















