Duta Pariwisata Kalteng Berlaga Ke Tingkat Nasional

oleh

Dua orang Duta Pariwisata Provinsi Kalimantan Tengah (Kalteng) Berlaga ke tingkat Nasional untuk mengikuti pemilihan Duta Pariwisata Indonesia 2011 di Palu, Sulawesi Tengah pada 5 Desember 2011 mendatang. <p style="text-align: justify;">Sebelum berangkat ke Palu, para Duta Pariwisata Provinsi Kalteng itu mendatangi Wakil Gubernur <br /><br />Kalteng Achmad Diran di ruang kerjanya dengan didampingi Sekretaris Dinas Kebudayaan dan Pariwisata <br /><br />Provinsi Kalteng Yuel Tanggara, di Palangka Raya, Jumat.<br /><br />Dua orang itu adalah Ismail Marzuki dan Linda Rahma berasal dari Kabupaten Kapuas yang terpilih <br /><br />sebagai Duta Pariwisata Provinsi Kalteng pada Festival Budaya Isen Mulang tahun 2010 lalu yang <br /><br />diselenggarakan di Palangka Raya.<br /><br />Kedatangan kedua Duta Pariwisata kalteng itu bermaksud untuk meminta restu dan arahan Wagub sebelum <br /><br />bertolak ke Palu mengikuti ajang bergengsi tingkat nasional tersebut.<br /><br />Kepada kedua Duta itu Wagub menyampaikan, agar para kedua Duta itu membawa pesan untuk menyampaikan <br /><br />bahwa keamanan dan stabilitas di Provinsi Kalteng sangat kondusif.<br /><br />Terlebih dengan banyaknya objek pariwisata di Provinsi Kalteng yang sudah cukup dikenal dunia <br /><br />internasional, salah satu diantaranya Taman Nasional Tanjung Puting (TNTP) dan Balai Konservasi <br /><br />Orang Utan Kalteng.<br /><br />Bukan hanya itu, Wagub juga menyampaikan bahwa Kalteng saat ini tengah mengembangkan kawasan Agro <br /><br />Wisata, dimana banyak kebun plasma kelapa sawit dan kebun karet milik masyarakat Kalteng yang <br /><br />berpotensi dijadikan objek wisata.<br /><br />Karena banyaknya potensi wisata dan budaya di Provinsi kalteng, maka Kalteng akan lebih dikenal <br /><br />masyarakat internasional, hal itu juga terbukti dari banyaknya investor asing yang berinvestasi di <br /><br />Kalteng.<br /><br />Terlebih dengan kesiapan Provinsi Kalteng sebagai Ibukota Pemerintahan RI, dimana pada tahun 1957 <br /><br />ketika Presiden pertama RI Soekarno meletakkan batu pertama peresmian kota Palangka Raya sebagai <br /><br />ibukota Provinsi Kalteng, pernah mengungkapkan hal itu.<br /><br />Pada saat itu Soekarno berkata seperti halnya fakta sejarah mengatakan, pada saatnya nanti Ibukota <br /><br />Pemerintahan jika Jakarta penuh sesak, Palangka Raya akan menjadi alternatif Ibukota Pemerintahan.<br /><br />Wagub menambahkan, apalagi dengan panjang garis pantai Provinsi Kalteng yang mencapai 750 Km dan <br /><br />tidak terdapatnya lempengan yang dapat menyebabkan gempa, serta struktur Provinsi Kalteng yang <br /><br />datar (flat) tidak bergunung api. <strong>(das/ant)</strong></p>