Ekonomi Masyarakat Terhambat Akibat Jalan Rusak

oleh

Kondisi kerusakan jalan provinsi jalur Sayan ke Tanah pinoh (Kota Baru) saat ini semakin parah. Bermacam keluhan dari masyarakat terdengar dimana-mana,begitu pula keluhan yang disampaikan anggota DPRD asal Kota baru. <p style="text-align: justify;">“Rasanya sudah bosan mengeluh. Bebuih-buih mulut mengeluh dan berharap pemerintah provinsi segera memperbaikinya, tapi sangat lamban penanganannya. Padahal kerusakan jalan itu sudah sangat urgen dan mendesak, mengingat urat nadi perekonomian masyarakat jalur Sungai Pinoh saat ini sudah terhambat,” kata Anggota DPRD Melawi asal Kota Baru, Nur Ilham, Selasa (7/3).<br /><br />Ia mengatakan, roda ekonomi masyarakat ibaratkan pelak motor yang penyok satu, sehingga menjadi timpang. Hal itu diakibatkan melonjaknya harga jual sembako dan barang pakai lainnya, akibat biaya angkut yang melonjak naik. Sementara hasil produksi perkebunan karet dan jengkol sulit sekali menjualnya.<br /><br />“Karet disana dijual kepada toke yang ambil langsung ke sana. Untuk mengangkut ke Nanga Pinoh warga tak sanggup dengan biaya angkutnya. Harga Karet ambil di Kota Baru saat ini hanya Rp. 8000 per kilogram. Itu karena biaya angkut yang yang mahal, biasanya Rp. 1,5 juta saja ongkos angkut satu truk. Saat ini sudah Rp. 5-6 juta. Karena dua kali angkut. Angkut ke motor klotok di sungai, kemudian angkut lagi ke truk di darat,” ungkapnya.<br /><br />Sementara buah jengkol yang saat ini sedang naik daun, dengan harga jual di Nanga Pinoh cukup tinggi, di Kota Baru warga memilih untuk stop mengumpul jengkol. <br /><br />“Kalaupun ada hanya Rp. 4 ribu per kilo. Banyak warga tak berani mengumpulnya, takut busuk tak ada yang angkut,” ucapnya.<br /><br />Kondisi yang menyulitkan saat ini semua karena jalan yang rusak parah, dan lambannya perbaikan dari pemerintah. <br /><br />“Jika dari dulu UPJJ Provinsi selalu memperbaikinya, tentu tidak separah ini kerusakan jalan,” ujarnya.<br /><br />Jika sudah begini, lanjutnya, jelas masyarakat sangat kecewa dengan pihak terkait yang seharusnya segera memperbaiki jalan tersebut. Terlebih berbagai dampak yang diakibatkan karena kerusakan jalan dan tentu sangat dirasakan masyarakat.<br /><br />“Belum lagi dampak harga barang di Kota baru, sudah sangat mahal. bahkan sudah ada yang harganya sudah hampir dua kalilipat dari harga seharusnya. Namun tidak bisa menyalahkan pedagang, mereka bersusah payah mengangkut barang dari Nanga Pinoh ke Kota baru dengan mengeluarkan biaya tinggi. Masih syukur pedagang masih bisa angkut barang. Kalau tidak, bisa kehabisan stok barang di Kota Baru dan sekitarnya,” paparnya.<br /><br />Saat ini, kata Ilham, warga menunggu UPJJ 4 PU Provinsi Kalbar segera memperbaiki jalan tersebut. Karena warga sudah mendengar statmen bahwa pihak PU akan mulai memperbaiki minggu ini. <br /><br />“Kita mendukung perbaikannya. Semoga benar-benar dilaksanakan, sehingga masyarakat tidak menderita lagi,” pungkasnya. (KN)</p>