Ekspor Biji Besi Sulses 90 Ribu Ton

oleh

Sulawesi Selatan berhasil melakukan ekspor sekitar 90 ribu ton biji besi dengan tujuan utama China. <p style="text-align: justify;">Sulawesi Selatan berhasil melakukan ekspor sekitar 90 ribu ton biji besi dengan tujuan utama China.<br /><br />"Sulsel sudah ekspor biji besi sekitar 90 ribu ton. Sudah sekitar tujuh kali dilakukan ekspor," kata Kepala Dinas Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Sulsel, Gunawan Palaguna di Makassar, Rabu.<br /><br />Menurut dia, ekspor biji besi tersebut hasil produksi PT Sindo Mandiri yang beroperasi di Kabupaten Bone. Ekspor biji besi Sulsel diyakini akan terus meningkat setelah PT Anugrah juga di Bone, yang sementara dalam proses produksi.<br /><br />Selain biji besi, Gunawan menyebut kemungkinan besar Sulsel di 2011 sudah melakukan ekspor, logam galena, yang ditambang di Toraja.<br /><br />Bukan cuma itu, saat ini PT Panca Dikital Solution yang beroperasi di Kabupaten Luwu Timur juga sementara dalam tahap produksi dan siap melakukan ekspor.<br /><br />Khusus untuk ekspor biji besi Sulsel, peluncuran perdana dimulai Oktober 2010 lalu.<br /><br />Gunawan menyebut, baru empat tambang logam di Sulsel yang sudah benar-benar berproduksi, selebihnya baru pada tahap eksplorasi.<br /><br />Potensi tambang logam Sulsel yang menjanjikan investor yakni emas yang banyak terdapat di Kabupaten Tana Toraja, Enrekang, Luwu, dan Bulukumba.<br /><br />Dinas ESDM Sulsel sendiri sedang menyiapkan rancangan peraturan daerah (Ranperda) pengelolaan usaha pertambangan mineral dan batu bara di APBD Sulsel 2011.<br /><br />"Selama ini yang diatur di perda kita hanya tambang galian C, sehingga perlu juga diatur tentang tambang logam dan batu bara. Khusus yang beroperasi di perbatasan dua kabupaten," ucapnya.<br /><br />Ranperda yang terdiri atas 20 bab dan 121 pasal, sementara di bahas di tingkat Badan Legislasi DPRD Sulsel.(Eka/Ant)</p>