Ekspor Karet Kalbar Oktober 41,84 Persen

oleh

Nilai ekspor Provinsi Kalimantan Barat, untuk komoditas karet selama Oktober 2012 sebesar 41,84 persen atau terbesar dari dua komoditas unggulan lainnya, yakni biji kerak dan abu logam 38,88 persen, dan kayu 13,07 persen. <p style="text-align: justify;">"Dari pantuan kami, ekspor tiga komoditas unggulan tersebut tetap mondominasi ekspor Kalbar sejak beberapa tahun terakhir," kata Kepala Bidang Statistik Distribusi Badan Pusat Statistik Kalbar, Edi Rahman Asmara di Pontianak, Sabtu.<br /><br />Ia menjelaskan, peningkatan ekspor karet di Kalbar, karena sebagian besar masyarakat di provinsi itu, mejadikan karet sebagai penghasilan tambahan setelah bertani dan berkebun lainnya.<br /><br />Data BPS Kalbar mencatat, nilai ekspor Kalbar pada Oktober 2012 tercatat 117,30 juta dolar AS atau mengalami kenaikan sebesar 35,77 persen dari sebelumnya 86,40 juta dolar AS.<br /><br />Ada tiga komoditas yang mendominasi ekspor Kalbar, sepanjang Oktober 2012, yakni karet, biji kerak dan abu logam, serta kayu dengan kontribusi 93,79 persen, kata Edi.<br /><br />"China, Korea Selatan dan Jepang merupakan tiga negara tujuan ekspor Kalbar, dengan masing-masing sebesar 63,43 juta dolar AS, 19,52 juta dolar AS, dan 14,31 juta dolar AS, dengan kontribusi sebesar 82,91 persen," ujar Edi.<br /><br />Selain itu, tujuan utama ekspor Kalbar selama Oktober 2012 juga masih didominasi negara Asia, yakni dengan kontribusi sebesar 92,87 persen, disusul Belanda 0,92 persen, Belgia 0,85 persen, serta negara lainnya sebesar 2,88 persen, kata Edi.<br /><br />Menurut dia, nilai ekspor Kalbar bisa saja menjadi lebih besar, kalau provinsi itu sudah memiliki pelabuhan ekspor sendiri, tidak seperti sekarang yang harus dikirim ke Pulau Jawa dulu.<br /><br />Data Gabungan Pengusaha Kelapa Sawit Indonesia (Gapki) dan Dinas Perindustrian dan Perdagangan Provinsi Kalbar, mencatat harga karet dan sawit di Kalbar yang tercatat pada 7 Desember 2012.<br /><br />Harga karet Rp24 ribu/kilogram, kemudian harga tandan buah segar (TBS) sawit, untuk umur tiga tahun Rp875,49 kg; umur empat tahun Rp949,77/kg, umur lima tahun Rp1.021,65/kg.<br /><br />Sedangkan umur enam tahun Rp1.049,78/kg umur tujuh tahun Rp1.087,67/kg, umur delapan tahun Rp1.122,13/kg, umur sembilan tahun Rp1.151,58/kg, dan umur 10 sampai dengan 20 tahun Rp1.190,80/kg.<br /><br />Demikian juga harga CPO (crude palm oil) Rp5.889,69/kilogram (tidak termasuk PPN), dan harga kernel Rp2.337,93/kilogrzm (tidak termasuk PPN). <strong>(phs/Ant)</strong></p>