Empat Poktan Di Desa Janting Dambakan Bibit Karet

oleh

Perkebunan karet dinilai usaha yang sangat menjanjikan dalam mendongkrak perumbuhan ekonomi masyarakat, namun berbeda dengan yang dialami oleh empat Kelompok Tani (Poktan) yang ada di Desa Janting Kecamatan Badau, keempat Poktan tersebut hingga saat ini belum pernah mendapatkan batuan bibit karet, yang ada mereka hanya mendapatkan bantuan pollybag. <p style="text-align: justify;">“Saya prihatin dengan keempat Poktan yang ada di Desa Janting, mereka saat ini membutuhkan bibit karet, memang mereka sudah pernah dapat batuan dari program gerhan tapi sekarang tidak ada lagi, potensi untuk karet disana luar biasa, hanya saja mereka terbentur masalah bibit karet,” ungkap Hilda Tofani selaku tenaga penyuluh tingkat Kecamatan dari Dinas Pertanian Kabupaten Kapuas Hulu, saat ditemui dikediamannya di Kecamatan Badau, pada Selasa sore (11/10/2011).<br /> <br />Dituturkan Hilda, keempat Poktan tersebut masing-masing yiatu Poktan Berangan Grai dengan anggota sebanyak 25 orang, Poktan Janting Maju dengan anggota sebanyak 25 orang, Poktan Janting Mandiri dengan anggota sebanyak 25 orang, dan Poktan Sinar Janting dengan anggota sebanyak 25 orang, keempat Poktan tersebut kata Hilda baru-baru ini mendapatkan bantuan dari PT.Riak Bumi Lanjak kurag lebih 10.000 buah polibek, sementara untuk bibit karetnya sendiri tidak ada. <br /><br />“Namun masyarakat banyak yang tidak melaksanakannya karena memang tidak ada bibit karet, mereka menolak sebab bantuan tersebut bukan dengan bibit karetnya, padahal yang lebih mereka butuhkan bibit karet,” ungkapnya.<br /> <br />Mewakili masyarakat Hilda mengharapkan ada pihak yang mau memperhatikan dan membantu masyarakat terutama para Kelompok Tani yang benar-benar ingin meningkatkan taraf hidupnya melalui perkebuna karet. <br /><br />“Tidak ada lain tidak ada bukan, yang saat ini mereka sangat butuhkan bibit karet, mereka mengharapkan ada yang memperhatikan mereka dengan memberikan bantuan bibit karet,” pintanya.<strong>(phs)  </strong></p>