Enam KM Asing Ditangkap Saat Curi Ikan

Sebanyak enam unit kapal motor asing asal Vietnam ditangkap oleh Kapal Patroli Hiu 01 milik Kementerian Perikanan dan Kelautan saat mencuri ikan di kawasan Zona Ekonomi Eksklusif perairan Natuna, Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Hari ini sekitar pukul 03.00 WIB keenam KM bersama keenam nakhoda dibawa oleh Kapal patroli Hiu 01 ke Pelabuhan Pengawasan dan Pengendalian Sumber Daya Kelautan dan Perikanan (P2SDKP) Pontianak," kata Kepala PS2DKP Pontianak Bambang Nugroho saat dihubungi, Rabu.<br /><br />Ia menjelaskan, keenam KM asal Vietnam itu tergolong nekad melakukan pencurian ikan di wilayah ZEE Indonesia sehingga langsung ditangkap.<br /><br />"Apalagi keenam KM asing itu tertangkap tangan sedang melepas pukat jenis harimau di perairan ZEE Indonesia," kata Bambang.<br /><br />Saat ini keenam KM beserta nakhodanya dititipkan di Pelabuhan PS2DKP sambil menunggu proses hukum.<br /><br />Menurut dia, tertangkapnya KM asal Vietnam itu sudah yang kesembilan kali di perairan ZEE Natuna.<br /><br />Keenam nakhoda asal Vietnam itu diancam pasal 5 ayat (1) huruf a, pasal 9 Jo pasal 85, 26 ayat (1) Jo pasal 92 pasal 27 ayat (2) Jo pasal 93 (2) Undang-undang No. 49/2009 tentang Perubahan atas UU No. 31/2004 tentang Perikanan.<br /><br />Data KKP, ada tiga wilayah perairan Indonesia yang menjadi primadona pencurian ikan bagi nelayan-nelayan asing karena kaya akan ikan dan sumber daya kelautan lainnya, yaitu perairan Natuna, perairan Arapura, dan perairan utara Sulawesi Utara.<br /><br />Luas areal perairan Kalbar sampai Laut Cina Selatan seluas 26.000 kilometer, meliputi 2.004.000 hektare perairan umum, 26.700 hektare perairan budi daya tambak dan 15.500 hektare laut.<br /><br />Perairan Kalbar termasuk dalam Zona III bersama Natuna, Karimata dan Laut Cina Selatan dengan potensi ikan tangkap sebanyak satu juta ton per tahun. Jenis ikan bervariasi seperti tongkol, tenggiri dan cumi-cumi.<br /><br />Sebelumnya, Menteri Kelautan dan Perikanan Fadel Muhammad saat berkunjung ke Pontianak akhir Mei lalu menyatakan, kerugian negara akibat pencurian ikan oleh nelayan-nelayan asing mencapai sekitar Rp600 miliar/tahun.<br /><br />"Kerugian itu dengan estimasi potensi tangkap ikan di perairan Indonesia/tahun sekitar tujuh juta ton, yang kini baru ditangkap oleh nelayan kita sekitar lima juta ton/tahun sehingga dua juta ton masih belum digarap atau dicuri oleh nelayan asing. Kalau dua juta ton dikalikan Rp20 ribu/kilogram maka kerugian negara akibat pencurian ikan sekitar Rp600 miliar/tahun," kata Fadel Muhammad.<br /><br />Ia menjelaskan, untuk menekan seminimal mungkin pencurian potensi ikan di Indonesia pihaknya telah berusaha mengajukan penambahan kapal patroli milik KKP ke presiden.<br /><br />"Upaya pengamanan di laut, kami harus bekerja sama dengan TNI-AL, kepolisian dan Bakorkamla, kami lebih fokus pada peningkatan perekonomian para nelayan," ujarnya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>