Fender Jembatan Melawi Miring

oleh

Tersenggol ponton pengangkut kayu bulat yang melintas di Sungai Melawi, salah satu fender jembatan miring, tak pelak benturan keras itu membuat warga yang tinggal di dekat Jembatan Melawi berhamburan keluar rumah untuk mencari tahu apa yang terjadi. <p style="text-align: justify;">Benturan itu terjadi Minggu (16/10) sekitar pukul 13.00, ponton yang menyenggol fender jembatan itu menurut keterangan warga adalah ponton ketiga yang melintas di Sungai Melawi hari itu.<br /><br />Seperti biasa, ketika muka air Sungai Melawi mulai naik lantaran hujan di perhuluan dimanfaatkan oleh perusahaan Hak Pengusahaan Hutan (HPH) untuk menurunkan kayu dari areal HPH yang ada di perhuluan Sungai Melawi.<br /><br />Beberapa hari sebelumnya, angkutan kayu masih menggunakan sistem rakit, namun kemarin sedikitnya hingga pukul 14.00 sudah ada empat ponton yang melintas membawa kayu gelondongan.<br /><br />Pantauan Kapuas Post, ditengah arus sungai yang cukup deras, angkutan pertama dan kedua berhasil lolos melalui jembatan tanpa benturan sedikitpun dengan fender maupun tiang jembatan, bahkan salah satu ponton dengan dikawal beberapa kapal penarik sempat diputar balik sebelum mencapai jembatan agar geraknyamelambat dan mudah lolos lantaran muatannya cukup banyak.<br /><br />Namun pada angkutan yang ketiga, tiba-tiba muatan kayu yang menjulur keluar badan ponton menyenggol fender jembatan sehingga menimbulkan suara keras. Mendengar itu, wargapun langsung berhamburan untuk mengetahui apa yang terjadi.<br /><br />Akibat benturan itu, salah satu tiang fender lama, posisinya menjadi miring, nyaris menempel dengan tiang utama jembatan, derasnya arus membuat proses meloloskan ponton yang membentur tiang berlangsung cepat, beberapa kapal penarik juga putar haluan untuk mengawal ponton lainnya.<br /><br />“Kami kaget begitu mendengar bunyi benturan keras, ternyata ponton yang melintas itu menabrak fender jembatan,” ujar Man, salah seorang warga Kelurahan Ladang yang rumahnya tidak jauh dari jembatan.<br /><br />Ia meyakinkan tiang itu awalnya tegak lantaran ketika air surut, ia sering ke lokasi tersebut untuk memasang pukat.<br /><br />“Kalau dilihat dari jauh sepertinya ada yang miring, mungkin karena disenggol tadi,” ucapnya.<br /><br />Senada disampaikan Wahyu yang melihat benturan tersebut, menurutnya, sejak sebelum mencapai jembatan sepertinya ponton melaju cukup cepat.<br /><br />“Ponton sebelumnya saya lihat benar-benar ditahan oleh motor penarik sehingga ketika berada di jembatan melambat dan bisa diatur, tapi yang itu saya lihat  agak cepat hingga kemudian terjadi benturan,” kata dia.<br /><br />Menurunya ketika air pasang memang selalu dimanfaatkan untuk menurunkan kayu dan beberapa hari terakhir memang terlihat kayu dalam jumlah banyak baik yang diangkut dengan cara rakit maupun menggunak ponton sering melintas.<br /><br />“Memang kalau pas air pasang seperti ini arusnya deras dan harus hati-hati melitasi jembatan karena kalau tidak ya seperti tadi, terjadi benturan,” ucapnya. <strong>(phs)</strong></p>