FKGS HST Kalsel Pertanyakan Insentif Daerah

oleh

Para guru non pegawai negeri sipil yang tergabung dalam Forum Komunikasi Guru Swasta Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Kalimantan Selatan, mempertanyakan intensif daerah yang kini tidak lagi ada pada APBD 2011. <p style="text-align: justify;">Ketua FKGS Kabupaten Hulu Sungai Tengah, Masruni, Senin mengatakan, sejak tahun 2007 hingga 2010 lalu guru-guru non PNS yang mengajar di sekolah-sekolah swasta masih mendapatkan intensif dari daerah.<br /><br />Intensif dengan besaran yang bervariasi, antara Rp200 ribu hingga Rp300 ribu per bulan.<br /><br />Intensif diberikan sebesar Rp200 ribu untuk guru non PNS yang mengajar di Madrasyah Ibtidaiyah (MI), Rp250 ribu untuk guru Madrasyah Tsanawiyah (MTs) dan Rp300 ribu untuk guru Madrasyah Aliyah (MA).<br /><br />Ia mengatakan, 2011 ini mereka tak lagi mendapatkannya padahal intensif tersebut sangat membantu kehidupan para guru swasta.<br /><br />"Kami sudah mendatangi DPRD HST pada Rabu (1/6) lalu dan meminta agar diagendakan pertemuan dan dialog antara FKGS HST dengan Bupati, DPRD dan Dinas Pendidikan setempat," katanya.<br /><br />Melalui pertemuan dan dialog diharapkan persoalan tidak adanya intensif lagi untuk guru swasta menjadi jelas sehingga tidak akan menjadi persoalan yang berkepanjangan.<br /><br />Sementara itu, anggota Komisi II DPRD HST, Supriyadi membenarkan bahwa pihaknya memang ada menerima perwakilan dari FKGS HST pada Rabu (1/6) lalu.<br /><br />"Kami telah menanyakan kepada pihak Dinas Pendidikan setempat perihal tidak adanya intensif itu namun hingga kini belum ada jawaban yang pasti dan memuaskan," katanya.<br /><br />Ia juga mengaku tidak tahu mengapa intensif tidak lagi dimasukkan dalam APBD HST 2011 ini padahal hal tersebut tidak menyalahi aturan.<br /><br />"Pemberian intensif sah-sah saja seperti yang telah diberikan pada tahun-tahun sebelumnya dan berdasarkan audit Badan Pengawas Keuangan Provinsi (BPKP) pada SKPD bersangkutan, hal itu juga tidak termasuk dalam pelanggaran," ujarnya.<br /><br />Pemberian intensif kepada para guru swasta di pandang penting karena selain sebagai bentuk penghargaan juga akan menjadi motivasi bagi guru bersangkutan.<br /><br />"Hal itu penting sebagai upaya peningkatan kualitas tenaga pengajar, khususnya bagi para guru swasta tersebut, untuk menciptakan pendidikan yang bermutu," tambahnya.<br /><br />FKGS HST sendiri saat ini beranggotakan 479 orang guru non PNS yang mengajar pada sekolah-sekolah swasta dilingkungan Kementrian Agama, seperti guru-guru MI, MTs dan MA. <strong>(phs/Ant)</strong></p>