FKIP Untan Umumkan Calon Pengajar Anak TKI

oleh

Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Universitas Tanjungpura Pontianak selaku panitia seleksi penempatan guru di Sabah-Malaysia hari ini mengumumkan 50 calon pengajar yang lulus dalam tes administrasi untuk wilayah Kalimantan Barat. <p style="text-align: justify;">"Dari hampir 200 peserta yang mengajukan lamaran untuk menjadi guru yang akan mengajar anak-anak TKI di Sabah, kita sudah melakukan seleksi administrasi. Hasilnya, ada 50 orang yang lulus dan berhak untuk mengikuti tes wawancara dan psikologi tingkat nasional," kata Ketua Panitia Seleksi Penerimaan Guru di Sabah untuk wilayah Kalimantan Barat, Aswandi, di Pontianak, Rabu.<br /><br />Menurutnya, tes administrasi yang dilakukan dengan mencari nilai IPK tertinggi dari hampir 200 peserta itu. Setelah lulus tes administrasi itu, nantinya ke 50 peserta tersebut akan mengikuti tes berikutnya yang dilakukan serentak di seluruh Indonesia.<br /><br />Sebagai panitia seleksi, FKIP Untan akan menyediakan tempat untuk pelaksanaan tes tahap berikutnya. Sedangkan untuk penguji akan di datangkan langsung oleh Kementerian Pendidikan RI.<br /><br />"Mereka akan bersaing dengan peserta lainnya di seluruh Indonesia, sehingga yang tersisa hanya ada 139 orang dan akan ditempatkan di Sabah untuk mengajar anak-anak TKI di Sabah," ujarnya.<br /><br />Para peserta yang lulus dalam tes wawancara dan psikologi yang akan dilaksanakan pada bulan Juli mendatang akan diberangkatkan ke Sabah melalui tiga tahapan pemberangkatan.<br /><br />Mereka akan dikontrak selama dua tahun dan berhak mendapatkan tunjangan Rp15 juta di potong pajak setiap bulannya, dengan total kontrak Rp360 juta selama dua tahun.<br /><br />"Karena tunjangan untuk guru yang akan ditempatkan di sana sangat besar, tentu kesungguhan mereka dalam mengajar akan di tuntut. Sesuai dengan perjanjian yang ada dalam kontrak, mereka tidak boleh kembali ke Indonesia kecuali pada saat libur hari raya," kata Aswandi. <strong>(phs/Ant)</strong></p>