FORMAPPI : Sikap Banggar Bahayakan Kedudukan Presiden

oleh

Koordintaor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai sikap Badan Anggaran DPR RI yang memutuskan menghentikan se <p style="text-align: justify;">Koordintaor Forum Masyarakat Peduli Parlemen Indonesia (Formappi) Sebastian Salang menilai sikap Badan Anggaran DPR RI yang memutuskan menghentikan sementara pembahasan RAPBN 2012 akan membahayakan kedudukan Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.<br /><br />"Sikap Badan Anggaran DPR yang mogok membahas RAPBN 2012, maka konsekuensinya pemerintah akan menggunakan APBN 2012. Itu artinya, tidak ada pembangunan pada 2012," kata Sebastian Salang pada diskusi "Polemik: Banggar DPR Geger" di Jakarta, Sabtu.<br /><br />Salang menjelaskan, kalau program pemerintah, terutama pembangunan, tidak berjalan sepanjang tahun 2012, hal itu merugikan Presiden Yudhoyono.<br /><br />Apalagi, kata dia, program-program dalam APBN 2011 dan APBN Perubahan 2011 tidak sama dengan program-program dalam APBN 2012 yang sedang dibahas.<br /><br />"Bahkan, kata dia, APBN 2011 itu akan menjadi mubazir jika harus dilaksanakan pada 2012, karena programnya sudah dilaksanakan pada 2011," katanya.<br /><br />Salang menilai, sikap Banggar DPR yang mogok membahas RAPBN 2012 ini akan menjadi presiden buruk, karena APBN 2012 terancam tidak selesai dan masyarakat mempertanyakannya.<br /><br />Masyarakat, kata dia, akan mempertanyakan dan meminta pertanggungjawaban kepada Presiden Yudhoyono.<br /><br />Perilaku Banggar DPR yang membahas membahas RAPBN 2012 ini, kata dia, juga menjadi presiden buruk bagi daerah.<br /><br />"Kalau perilaku ini ditiru oleh anggota DPRD, maka pembangunan di daerah juga akan terhenti," katanya.<br /><br />Salang menegaskan, sikap mogok Banggar DPR merupakan tindakan kurang terpuji dan bisa membahayakan pemerintahan.<br /><br />Menurut dia, sikap Banggar DPR yang mogok membahas RAPBN telah melanggar amanah konstitusi, sehingga tidak bisa dibiarkan.<br /><br />Pada kesempatan tersebut, Salang juga menyayangkan, sikap pimpinan DPR RI yang justru membela Banggar DPR dengan menyelenggarakan rapat konsultasi dan memanggil pimpinan KPK.<br /><br />"Seharusnya pimpinan DPR mengingatkan pimpinan KPK, untuk terus melanjutkan pembahasan RAPBN 2012," kata Salang.(Eka/Ant)</p>