Forum Cinta Damai dan Dewan Adat Dayak (DAD) Kalbar Sepakat Dorong Komunikasi Efektif

oleh
oleh

Forum Cinta Damai (FCD) menggelar pertemuan dan silaturahmi dengan Dewan Adat Dayak (DAD) Provinsi Kalimantan Barat di Rumah Panjang Jl. Letjen Sutoyo Pontianak, Sabtu 17 Maret 2012. <p style="text-align: justify;">Dalam pertemuan ini, FCD diterima oleh Wakil Ketua DAD Provinsi Kalimantan Barat Henri Liser dan Sekretaris Umum Ibrahim Banson. FCD diwakili oleh M. Hermayani Putera (Koordinator), Aju, Abdullah HS, Ronny Wang, Demanhuri, Denie Amiruddin, Lorens, Andin Buhabzen, dan Syahirsyah. <br /><br />Dalam pertemuan ini FCD mendukung langkah DAD Provinsi Kalbar untuk segera melakukan sosialisasi tentang situasi kondusif di Pontianak dan sekitarnya pasca ketegangan dalam 3 hari terakhir, dan meminta DAD segera mencari akar permasalahan yang sering mencuat ke permukaan dan memicu ketegangan. <br /><br />Untuk itu, FCD memandang perlu kelompok komunitas lintas agama dan etnis di Kalimantan Barat lebih meningkatkan komunikasi efektif dan komprehensif antar komponen masyarakat. DAD juga diminta berada di barisan terdepan mengantisipasi potensi ketegangan baru setelah kesepakatan zona damai di Kalimantan Barat oleh para tokoh lintas agama dan lintas agama dan Muspida Provinsi Kalbar dicapai pada Jumat 16 Maret di Mapolda Kalbar.  <br /><br />FCD juga menawarkan untuk membantu menyebarluaskan informasi tentang kedamaian yang dikeluarkan oleh DAD maupun lembaga lainnya melalui jaringan radio komunitas dan simpul-simpul informasi FCD lainnya. <br /><br />Menanggapi kehadiran FCD, Ibrahim Banson dan Henri Liser menyambut baik inisiatif FCD ini dan siapa saja yang beriktikad baik demi terwujudnya ketenteraman dan ketertiban masyarakat. Henri Liser menekankan bahwa komunikasi intensif para pihak sangat penting demi membuka sekat-sekat antar kelompok dan golongan. <br /><br />Dalam kondisi tertentu, kata Henri Liser, faktor kepemimpinan pada setiap kelompok komunitas dan lembaga formal dan non-formal menjadi sangat penting dalam meredam berbagai aksi dan reaksi yang ditimbulkan serta memicu gerakan spontanitas di masyarakat. <br /><br />Ibrahim Banson menegaskan semakin banyak pihak peduli membangun kedamaian dan ketenteraman di masyarakat akan semakin menjamin situasi keamanan dan ketertiban masyarakat yang kondusif.<br /><br />Hermayani Putera menegaskan pula bahwa silaturahmi dan koordinasi serupa juga akan dilakukan FCD kepada Pemerintah Daerah, Polda Kalimantan Barat, Front Pembela Islam (FPI), berbagai ormas berbasis keagamaan,  etnisitas, dan kelompok lainnya dalam upaya terus mengkampanyekan dan mempraktekkan kedamaian di bumi Kalimantan Barat.  <br /><br />Forum Cinta Damai (FCD) yang terdiri dari generasi muda lintas etnis, lintas agama, dan lintas budaya terbentuk untuk menyikapi perkembangan yang terjadi di Pontianak khususnya dan Kalimantan Barat menyusul ketegangan antar kelompok. <strong>(phs/release FCD)</strong></p>