Forum Cinta Damai : Perkuat Modal Sosial Kerukunan

oleh
oleh

Forum Cinta Damai Kalimantan Barat mengimbau seluruh elemen masyarakat memperkuat kembali modal sosial dalam pembangunan berupa kedamaian, kerukunan dan toleransi antaretnis, antaragama dan antarkelompok masyarakat. <p style="text-align: justify;">Koordinator Forum Cinta Damai Kalbar, Hermayani Putra di Pontianak, Kamis mengatakan, selama ini rasa aman dan damai sudah terbangun dengan baik di provinsi itu.<br /><br />"Seluruh elemen masyarakat harus menahan diri, tidak mudah terpancing oleh isu-isu yang tidak bertanggung jawab," kata Hermayani Putra.<br /><br />Ia meminta pemerintah daerah untuk memfasilitasi dialog yang komprehensif antargolongan masyarakat.<br /><br />"Semua pihak perlu mengedepankan kesalehan sosial dalam hidup bermasyarakat," kata dia menegaskan.<br /><br />Ia melanjutkan, sebagai bentuk rasa tanggung jawab dan kepedulian terhadap kondisi yang kondusif, Forum Cinta Damai Kalbar mengundang semua pihak untuk terus mengampanyekan dan terutama mempraktikkan cara hidup yang rukun dan damai.<br /><br />Pihaknya juga meminta aparat cepat bertindak dalam menangani masalah keamanan yang melibatkan konsentrasi massa.<br /><br />"Seharusnya aparat keamanan sudah bisa mengambil tindakan yustisial terhadap hal-hal yang sifatnya melanggar undang-undang," kata Hermayani Putra.<br /><br />Forum Cinta Damai Kalbar juga mendesak kepada aparat keamanan agar segera tegas mengambil langkah-langkah terhadap akar permasalahan dan segala pemicu yang menyebabkan kondisi menjadi kurang kondusif.<br /><br />Forum Cinta Damai Kalbar terdiri dari berbagai elemen masyarakat diantaranya anggota DPD RI Erma Suryani Raniek, sastrawan Aleksander Mering, Ketua Fokus Kalbar Andi Fachrizal, penggiat lingkungan Lorens.<br /><br />Sebelumnya terjadi unjuk rasa terkait penolakan kehadiran Front Pembela Islam di Pontianak. Ada peristiwa penurunan spanduk yang bertuliskan penolakan FPI yang tertampang di asrama Pangsuma di Jalan Wahid Hasyim Kota Pontianak, Rabu (14/3) siang.<br /><br />Keributan itu sebetulnya sudah dimediasi aparat kepolisian dengan dilakukannya dialog antartokoh masyarakat, perwakilan pemuda Dayak dan FPI di markas Polresta Pontianak pada malam harinya.<br /><br />Sementara itu, sejumlah warga Kota Pontianak menginginkan agar kota tersebut tetap damai. Harapan atau keinginan tersebut disampaikan melalui jejaring sosial. Mereka saling mengingatkan agar warga tidak terprovokasi isu SARA.<br /><br />Seorang warga, Rendra Oktora menuliskan pesan "Ayo bikin Pontianak damai, dan berhenti meributkan hal yang tidak jelas. Ayo bikin Kalbar damai." Pernyataan tersebut diamini sejumlah temannya.<strong> (phs/Ant)</strong></p>