Gagal Panen, Produksi Padi Sintang Terancam Turun

oleh

Tahun ini produksi padi di Kabupaten Sintang, Kalimantan Barat terancam mengalami penurunan. Hal ini terjadi akibat gagal panen sebagai imbas atas kemarau panjang yang melanda di bulan -bulan awal tahun 2014 ini. <p style="text-align: justify;">Kabid Tanaman Pangan Dinas Pertanian, Robinson  mengatakan penurunan produksi padi bisa mencapai  20-30 persen dibanding produksi tahun 2013 lalu. Akibatnya untuk musim tanam tahun ini  petani hanya  mengandalkan sisa-sisa bibit. Sementara Dinas Pertanian tidak bisa memberikan bantuan. <br /><br />"Untuk bantuan bibit memang tidak ada kerena memang kemarau panjang dan gagal panen itu tidak kita prediksikan maka kita  tidak melakukan diantisipasi sebelumnya," jelas Robin.<br /><br />lebih lanjut di katakana Robin pada tahun 2013 yang lalu  produksi padi petani di Sintang mencapai 93.851 Ton, meningkat dari 2012 sebanyak, 85 317. Meskipun demikian diakuinya hasil panen padi  petani belum dapat disebar ke pasaran. Lantaran belum sesuai dengan standar dari Bulog.<br /><br />"Ada yang dijual, namun hanya dari mereka langsung menjual sendiri ke pasar, ada yang juga sebatas konsumsi sendiri," ungkpanya.<br /><br />Dinas sendiri hanya mampu memfasilitasi penjualan beras produksi petani Sintang dengan menawarkan dan menjualkannya pada para PNS dilingkungan Pemkab Sintang. Khususnya beras dari sejumlah daerah di beberapa kecamatan yang berpotensi sebagai centra tanaman padi. <br />Misalnya daerah Manisraya kecamatan Sepauk dan daerah Merpak dan sekitarnya di kecamatan Kelam Permai. Termasuk beras produksi petani dari daerah Telaga di kecamatan Binjai Hulu, terangnya.<strong>(ek/das)</strong></p>