Gapeksi Kalsel Protes Kenaikan Biaya THC

oleh

Kepala Bidang Organsasi, Hukum dan Verifikasi Gabungan Pengusaha Ekspedisi Indonesia (Gapeksi) Kalimantan Selatan, P Batubara menyatakan, anggotanya akan melakukan demo besar-besaran untuk memprotes kenaikan biaya terminal. <p style="text-align: justify;">Menurut Batubara di Banjarmasin, Selasa, kenaikan biaya terminal (terminal handling charge-THC), bukan cuma memberatkan, tapi juga bisa mematikan kehidupan para buruh ekspedisi muatan kapal laut (EMKL) di "kota seribu sungai" ini.<br /><br />Sementara Sekretaris Gapeksi, Makmur Sinambela mengungkapkan, dengan adanya surat edaran dari beberapa perusahaan pelayaran yang akan memberlakukan THC, maka THC harus dibayar tunai saat pengambilan DO.<br /><br />Sedangkan nilai pembayaran tersebut cukup tinggi yaitu sekitar Rp1,8 juta/box kontiner (petikemas) yang sebelumnya tanpa sistem THC pembiayaan cuma lebih kurang Rp300 ribu.<br /><br />"Memang nilai tersebut mungkin tidak terlalu besar bagi perusahaan besar pelayaran. Namun bagi EMKL, nilai itu terlalu tinggi," demikian M Sinambela.<br /><br />Sebelumnya sekitar 300 pekerja EMKL anggota Gapeksi Kalsel, turun ke jalan dekat pintu masuk Pelabuhan Trisakti Banjarmasin, mendatangi kantor PT Pelindo III Banjarmasin dan Administrator Pelabuhan (Adpel) Banjarmasin.<br /><br />Aksi pekerja EMKL, Senin (13/6) lalu itu, menuntut agar pelayaran tak memberlakukan sistem THC, karena selain akan memberatkan beban tempatnya bekerja, juga bisa kehilangan pekerjaan mereka.<br /><br />Mengenai aksi tersebut, pihak Pelindo III Banjarmasin menganggap hal itu salah sasaran, karena pihaknya tak mengurusi biaya pengangkutan/pengiriman barang.<br /><br />Namun demikian Pelindo III Banjarmasin tetap memberi apresiasi dan akan turut mengupayakan mencari solusi terbaik atas permasalahan tersebut. <strong>(phs/Ant)</strong></p>