Gapkindo Kalbar Bidik Pasar Baru Ekspor Karet

oleh

Gabungan Perusahaan Karet Indonesia Kalimantan Barat membidik sejumlah negara baru untuk ekspor karet guna memperluas peluang pasar. <p style="text-align: justify;">Sekretaris Gapkindo Kalbar Nicodemus di Pontianak, Senin (21/03/2011) mengatakan, tujuan utama ekspor karet Kalbar yakni China, Amerika Serikat dan Jepang.<br /><br />"Sekarang kami ada upaya menjajaki pasar lain seperti Timur Tengah dan Amerika Latin," kata Nicodemus.<br /><br />Ia menambahkan, upaya tersebut dilakukan bersama Gapkindo Pusat. Meski belum ada realisasi, namun mereka tetap optimistis pasar karet alam selalu terbuka mengingat harga minyak mentah cenderung meningkat.<br /><br />"Juga perlu dibicarakan seperti apa mekanismenya kalau itu terwujud," kata Nicodemus.<br /><br />Ada 14 perusahaan yang tercatat menjadi anggota Gapkindo Kalbar. Total produksi sepanjang tahun 2010 sebanyak 207.059 ton, lebih tinggi dibanding 2009 sebanyak 117.513 ton.<br /><br />Sedangkan selama Januari-Februari 2011 sebanyak 37.579 ton, atau rata-rata produksi 18.790 ton. Naik dibanding periode yang sama tahun lalu, 21.915 ton, atau rata-rata 10.958 ton.<br /><br />Ia melanjutkan, saat ini ada kecenderungan penurunan harga karet di pasar dunia.<br /><br />Dua bulan lalu, harga karet dengan kadar kering 100 persen mampu mencapai Rp40 ribu per kilogram.<br /><br />Namun kini harga terus menurun, akhir minggu lalu sudah di angka Rp25 ribu per kilogram.<br /><br />"Sehari sebelumnya, masih Rp26 ribu per kilogram," kata dia. Di tingkat petani, harga tersebut jauh lebih rendah karena kualitasnya belum kering 100 persen.<br /><br />Ia mengatakan, penurunan harga bukan pengaruh langsung dari dampak gempa dan tsunami di Jepang.<br /><br />Namun, lanjut dia, karena permintaan turun, kontrak-kontrak pembelian telah dipenuhi anggota Gapkindo Kalbar. <strong>(phs/Ant)</strong></p>