Gas Bersubsidi Bakal Tak Dirasakan Masyarakat

oleh

Harga kebutuhan pokok yang disubsidi pemerintah sepertinya bakal tidak dirasakan masyarakat Sintang. Setelah premium, solar dan pupuk yang sulit didapat, giliran gas hasil program konversi yang harganya di Sintang bakal lebih tinggi dari harga subsidi pemerintah. <p style="text-align: justify;">“Sampai saat ini kita memang belum menentukan harga eceran tertinggi gas tabung 3 kilogram untuk Kabupaten Sintang,” kata Zulkarnain, Kepala Bagian Ekonomi dan Pembangunan Sekretariat Daerah Kabupaten Sintangkepada kalimantan-news, Rabu (08/06/2011).<br /><br />Pada dasarnya kata dia untuk program konversi dari minyak tanah ke gas di Sintang itu patut didukung karena sudah menjadi program pemerintah pusat.<br /><br />“Namun sejak awal kami sudah memperkirakan akan ada sejumlah persoalan terutama terkait infrastruktur dalam pemenuhan kebutuhan gas di Sintang ini,” ujarnya.<br /><br />Ia mencontohkan untuk Stasiun Pengisian Bulk Elpiji (SPBE) yang sampai sekarang belum ada di Sintang, sementara untuk harga subsidi pemerintah hanya berlaku pada jarak maksimal 60 kilometer dari SPBE.<br /><br />“Kalau ingin harga elpiji 3 kilogram di Sintang sesuai dengan harga yang telah disubsidi, memang seharusnya saat ini sudah ada SPBE yang didirikan karena program konversi tersebut sudah mulai berjalan, belum lagi akan ada biaya tambahan untuk distribusi ke daerah-daerah yang jauh,” ujarnya.<br /><br />Saat ini beberapa kecamatan sudah mulai membagikan tabung gas elpiji 3 kilogram ke masyarakat, persoalan akan muncul ketika gas yang hanya bisa digunakan untuk satu minggu tersebut habis, warga tentunya akan kebingungan mencari isi ulangnya karena sampai saat ini agen atau pangkalan yang seharusnya ada ditiap wilayah juga belum ada.<br /><br />Disisi lain secara perlahan subsidi terhadap minyak tanah yang selama ini menjadi sandaran warga untuk kebutuhan bahan bakar mereka segera menghilang dan kembali ke harga normal tanpa embel-embel subsidi.<br /><br />“Itu juga jadi persoalan di Sintang karena masyarakat terutama dipedalaman akan kesulitan untuk mendapatkan gas,” kata dia.<br />Persoalan ini tentunya menjadi masalah yang harus dipecahkan bersama oleh para pihak yang menjadi pemangku kepentingan dalam program konversi ini.<br /><br />Namun untuk sekarang, ia mengatakan karena program sudah mulai berjalan, maka pihak pemda akan segera membentuk satgas monitoring terkait distribusi tabung gas dilapangan.<br /><br />“Kalau pengawasan sebenarnya ranah pihak Pertamina, kami hanya memantau saja,” ucapnya. <strong>(phs)</strong></p>