Perhelatan akbar turnamen sepak bola Gawai Cup ke-14 di Desa Muara Ilai, Kecamatan Beduwai, kembali digeber. Event ini merupakan agenda tahunan di wilayah tersebut. <p style="text-align: justify;">Tak ubah pada tahun-tahun sebelumnya. Event di wilayah itu selalu diminati tim atau kesebelasan, yang akan berlaga di lapangan sepak bola Babei Cecet tersebut. Kali ini sedikitnya 78 tim menyatakan diri, siap untuk berlaga menjadi juara.<br /><br />Event itu dibuka Asisten Administrasi Umum Setda Pemkab Sanggau, Drs Abang Syafaruddin, MM, didampingi Kabag Humas, Joni Irwanto,S IP serta Muspika Kecamatan Beduai.<br /><br />Dalam sambutan singkatnya, Drs Abang Syafaruddin, MM mengungkapkan dukunganya, karena event speerti itu merupakan ajang untuk menggali potensi dan bakat para pemuda. Di lain sisi, guna untuk menggali bibit atlit tim sepak bola bagi Kabupaten Sanggau, untuk menghadapi ajang yang lebih tinggi. <br /><br />“Momen seperti ini, mesti terus dilaksanakan, karena merupakan momen gawai. Selain itu, merupakan langkah dalam mempertahankan warisan budaya nenek moyang. Sekaligus mempertahankan nilai-nilai budaya agar tidak hilang. Kemudian, olahraga pun ikut terpacu,” tegasnya.<br /><br />Saat memberika wejangan dan nasehat pada tim yang akan berlaga. Syafarudin meminta setiap tim bisa bermain dengan baik serta menjunjung tinggi sportivitas. <br /><br />“Bagi masyarakat pecinta sepak bola. Mari kita jaga bersama keamanan dan kenyamanan selama kegiatan Gawai Cup ini,” pintanya.<br /><br />Pertandingan perdana pada event tersebut, ditandai dengan tendangan bola pertama oleh Asisten Administrasi Umum. <br /><br />Kesempatan yang sama, Camat Kecamatan Beduai, Daniel Thamrin, S Sos mengatakan, Gawai Cup tersebut dilaksanakan setiap tahunnya. Sekarang sudah menginjak tahun yang ke-14. Mulai digulirkan sejak tahun 1997 lalu di lapangan sepak bola Babei Cecet, Muara Ilai tersebut. <br /><br />“Tujuan dilaksanakan event ini, untuk menggali potensi bakat dan minat masyarakat pada olah raga. Selain itu, merupakan upaaya untuk melestarikan adat dan budaya adat yang ada,” pungkasnya.<strong> (phs)</strong></p>


















