Gawai Dayak Ucapan Syukur Hasil Panen

oleh

Ketua Seminar Tourism Ethics for Asia and The Pasific sekaligus mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika menyatakan kekagumanya atas kebudayaan masyarakat adat dayak Kabupaten Sanggau. Yang hingga kini masih terjaga terbukti dengan dilaksanakanya gawai dayak Kabupaten Sanggau tahun 2011 dan diikuti oleh ribuan masyarakat dayak Sanggau. <p style="text-align: justify;">Kekaguman tersebut disampaikan I Gede Ardika ketika dikonfirmasi seusai menghadiri pembukaan gawai dayak Kabupaten Sanggau tahun 2011. Yang dilaksanakan di komplek rumah betang Keuskupan Sanggau, Kamis (7/7) dirinya menyatakan dengan tetap terjaganya kebudayaan masyarakat dayak tersebut membuktikan bahwa masyarakat dayak masih mencintai kebudayaan leluhurnya.<br /><br />Ketua Seminar Tourism Ethics for Asia and The Pasific sekaligus mantan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata I Gede Ardika datang ke Kabupaten Sanggau dalam rangka menjadi pembicara dalam acara dialog budaya komunitas adat perbatasan. Yang dilaksanakan di Grand Narita Hotel Sanggau Jl A Yani, bukan hanya kebudayaan I Gede Ardika juga kagum dengan kain bermotif dayak.<br /><br />“Saya tidak menyangka sampai hari ini masyarakat yang berada di perbatasan dan pedalaman seperti Kabupaten Sanggau ini tetap menjaga nilai-nilai budaya yang ada bahkan gawai dayak hari ini sudah yang ke tujuh kalinya dilaksanakan. Sebagai warisan budaya nenek moyang yang merupakan kekayaan pemersatu seluruh anak negeri,” ungkap mantan menteri kebudayaan dan pariwisata.<br /><br />Dirinya berharap apa yang sudah dilaksanakan tersebut dapat dijaga secara terus menerus, sehingga kebudayaan luhur masyarakat dayak tidak punah ditengah arus globalisasi. Dan kondisi geografis Kabupaten Sanggau yang memiliki akses langsung dengan negara tetangga Malaysia kiranya tidak menjadi kendala dalam pelestarian kebudayaan yang ada.<br /><br />“Kalau ada persamaan antara kita masyarakat Indonesia dengan kebudayaan mereka yang ada di negara tetangga Malaysia jangan dijadikan batu sandungan dalam pelestarian budaya yang ada. Jadikan persamaan dan perbedaan budaya tersebut sebagai kekayaan, sehingga kita bisa belajar dengan mereka dan begitu pula sebaliknya sehingga kita bisa saling mengisi,” tandasnya.<br /><br />Dengan mempertahankan nilai-nilai kebudayaan yang ada ditegaskan I Gede Ardika, maka secara perlahan-lahan akan berimbas pada peningkatan perekonomian masyarakat di sebuah wilayah. Khususnya industri rumahan, sehingga upaya untuk memperkuat jati diri sebagai bangsa yang memiliki budaya seperti cita-cita pahlawan terwujud dengan sendirinya. <strong>(phs)</strong></p>