Gelombang Tinggi, Nelayan Kusan Hilir Berhenti Melaut

oleh

Musim angin Tenggara yang belum berakhir membuat sebagian nelayan di daerah Kecamamatan Kusan Hilir, Kabupaten Tanah Bumbu, Kalimantan Selatan berhenti melaut, karena gelobang laut yang tinggi. <p style="text-align: justify;">Angin Tenggara yang berdampak terhadap tingginya gelombang laut membuat hasil tangkapan nelayan mengalami banyak penurunan.<br /><br />"Sudah hampir tiga bulan musim angin tenggara berlangsung. Kami pilih berhenti melaut, karena hasilnya banyak menurun akibat gelombang tinggi," kata seorang nelayan di Kecamatan Kusan Hilir, Delly (35), Jumat.<br /><br />Menurut perhitungan," katanya, bulan ini sudah waktunya musim angin tenggara berkahir. Namun kenyataanya tidak seperti yang diharapkan dan keinginanya kembali malut terpaksa di urungkan.<br /><br />"Jika dipaksakan melaut hasil yang kami dapatpun pasti tidak seberapa. Penghasilan yang awalnya bisa mencapai Rp5 juta sehari, sekarang hanya mendapat sekitar Rp1 juta per hari. Itupun menutupi biaya operasional sudah tidak cukup," katanya.<br /><br />Delly menambahkan, minimnya penghasilan juga diperparah dengan kelangkaan bahan bakar minyak (BBM) jenis solar yang diperoleh para nelayan. Bagi mereka yang ingin melaut terpaksa harus membeli BBM dari sejumlah pelansir, karena di SPBU sulit diperoleh akibat banyaknya antrian.<br /><br />Harga BBM pada pelansir berkisar antara Rp6500 hingga Rp7000 per liter. Dalam sekali melaut nelayan perlu BBM antara 100 hingga 200 liter perhari dengan jumlah biaya lebih Rp1 juta.<br /><br />"Kalau hasilnya melaut cuma Rp1 juta, artinya kami rugi. Sebab itu hanya cukup mengganti biaya BBM saja, bahkan bisa kurang," tegas Delly.<br /><br />Pihaknya berharap pemerintah dapat memfasilitasi penyediaan BBM kusus bagi kaum nelayan. Tujuanya agar mudah untuk diperoleh sehingga mereka tidak lagi membeli BBM dari kalangan pelansir dengan harga lebih tinggi.<br /><br />"Kami harap pemerintah dapat memikirkan masalah ini. Supaya kehidupan nelayan menjadi lebih baik," katanya. <strong>(phs/Ant)</strong></p>