Gereja Boti Diresmikan, Bupati dan Uskup Ajak Umat Manfaatkan Gereja Dengan Baik

oleh

Masyarakat Desa Boti Kecamatan Sekadau Hulu, Kabupaten Sekadau bersukacita Sabtu (22/11). <p>Pasalnya, sejumlah pejabat Sekadau dan keuskupan Sanggau-Sekadau berkumpul di Desa Boti Kecamatan Sekadau Hulu itu dalam rangka meresmikan Gereja Katolik Santo Petrus Rasul Stasi Boti. <br /><br />Kehadiran Bupati Simon Petrus, Wakil Bupati Rupinus, para Kepala SKPD dilingkungan Pemkab Sekadau, Uskup Agung Sanggau, Mgr. Yulius Macucini, CP, unsur Muspika Kecamatan Sekadau Hulu, dan sejumlah pemimpin umat Katolik dari Paroki Sekadau-Sekadau Hulu menyemarakan peresmian Gereja Santo Petrus Stasi Desa Boti. <br /><br />Peresmian Geraja Katolik santo Petrus Rasul yang dibuka dengan berbagai ritual adat istiadat penyambutan tamu agung masyarakat Dayak setempat. <br /><br />Ketua panitia peresmian gereja Bius Lukas, dalam sambutanya menyampaikan terimakasih yang sebesar-besarnya kepada Uskup dan Bupati dan wakil Bupati Sekadau, dan muspika Sekadau hulu.<br /><br />Lukas tak lupa menyampaikan terima kasih kepada masyarakat Desa Boti dan para donatur pembangunan Gereja Santo Petrus Rasul Stasi Boti. <br /><br />“Bagi umat katolik Boti waktu ini adalah waktu yang berbahagia, dimana pimpinan daerah hadir di Desa boti yang menunjukan kepedulian kepala daerah dengan masyarakat Desa Boti,” ujar Lukas. <br /><br />Ketua Panitia Pembangunan Gereja Katolis St. Petrus Rasul Stasi Boti, Lipin, melaporkan Pembangunan Gereja didirikan pertama di dirikan tahun 1996. Namun banyaknya permasalahan dan keterbatasan dana selama 17 tahun, maka dari itulah Gereja bisa diselesaikan pembangunannya dan dioresmikan pada tahun 2014. <br /><br />“Total dana yang dipergunakan untuk membangun Gereja sebesar Rp. 360.000.000. sekitar 40 persen oleh umat dan 60 persen di biayai dari Pastor Petrus dan para Donatur. Untuk itu diberikan apresiasi kepada donatur yang membantu menyelesaikan Gereja ini. Umat katolik Desa Boti sebanyak148 KK,” ungkap Lipin. <br /><br />Uskup Agung Mgr. Yulius Mancucini CP, mengatakan Gereja menjadi simbol keimanan umat Katolik. Berkaitan dengan peresmian dan pengunaanya Gereja di bawah pelindung Santo Petrus Rasul. Kehadiran Gereja, kata Uskup, melambangkan pembinaan umat dan tempat berkumpul umat Katolik untuk beribadah Misa. Karenanya, Umat diharapkan rajin mengisi Gereja tidak hanya pada hari minggu saja. <br /><br />“Kita bersyukur karena Gereja ini sudah selesai. Gereja ini di bangun sudah tahun1996, semenjak gereja pertama direncanakan. Dengan ini sudah ada 27 gereja Katolik yang diresmikan uskup sepanjang tahun 2014,” ungkap Uskup. <br /><br />Bupati Sekadau Simon Petrus dalam arahannya, mengatakan  Gereja sebagai bentuk kebanggan umat Desa Boti. Kepada panitia Pembangunan dan umat katolik di Stasi Boti mendapat pujian dari Bupati.</p> <p style="text-align: justify;">“Keberhasilan umat membangun Gereja dalam jangka waktu lama dikuatkan dengan keimanan dan sudah meninjukan hasil. Terima kasih kepada pastor dan para donatur sehingga pembangunan Gereja St. Petrus Rasul stasi Boti selesai dan bermanfaat untuk Umat Katolik,” papar Bupati Simon. <br /><br />Mengenai permintaan panitia pembangunan gereja agar adanya penambahan kekurangan Gereja melalui dana Pemerintah Daerah, Bupati menyarankan agar pihak panitia atau Desa memberikan usulkan dalam bentuk proposal kepada Pemerintah Daerah sebagai dasar pemberian bantuan Pemda kepada umat katolik Desa boti untuk melengkapi kekurangan didalam Gereja. <br /><br />“Setelah ada gereja diharapkan umat meningkatkan ibadah didalam Gereja dengan hati yang tulus. Pengaruh dunia modern banyak sekali sehingga tidak sedikit umat yang melupakan Ibadah karena pengaruh teknologi. Didalam kitab suci banyak janji-janji yang harus difahami dan dimegerti sehingga menuntun jalan hidup sebagai dasar kekuatan Iman,” ingat Bupati. (Mto/kn)</p>