Golkar Tak Ingin Tergesa-Gesa Menentukan Langkah Politik 

oleh

Melawi (Kalimantan-News) – Meski sejumlah partai telah membuka pendaftaran untuk bakal Calon Bupati dan Wakil Bupati pada Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) Melawi 2020 mendatang, Namun tak membuat Partai Golkar untuk tergesa-tergesa untuk membuka pendaftaran atau menunjukan siapa bakal calon yang akan diusungnya. Meskipun sejumlah figur mulai menampakkan diri dengan mendaftar ke sejumlah Partai Politik lainnya.

Ketua DPD Partai Golkar Melawi, Abang Tajudin mengatakan, Sebagai partai besar, langkah politik Partai Golkar yang dinamis sangat dinanti banyak pihak untuk Pilkada 2020 di Kabupaten Melawi. Namun pihaknya tidak mau tergesa-gesa menyikapi arah politik untuk urusan Pilkada Melawi 2020. Sebab, pihaknya masih memantau peta peluang dari berbagai kemungkinan.

“Golkar masih melihat perkembangan untuk peluang opsi yang mana soal arah politik dengan koalisi. Kami menyadari, Golkar tak bisa mengusung pasangan calon sendiri, karena memiliki 4 kursi di DPRD Melawi. Karena itu, Golkar butuh koalisi dengan partai lainnya untuk mencukupi enam kursi sebagai syarat mengusung,” ujar Abang Tajudin, Minggu (13/10).

Namun, lanjutnya, soal koalisi pihaknya membuka diri untuk bergabung dengan partai manapun dengan tujuan satu visi dan misi membangun Melawi ke arah lebih maju berkembang. “Bisa merapat ke partai manapun, tentunya melalui rekomendasi dari DPP Partai Golkar nantinya,” ungkapnya.

Pria yang merupakan mantan Ketua DPRD Melawi dua periode itu menurunkan, soal Pilkada Melawi 2020 mendatang, pihaknya akan memprioritaskan calon yang bakal diusung dari kader sendiri. “Kalau misalnya kader tidak memenuhi batas elektabilitas, maka akan bergeser dikesepakatan koalisi. Yang pastinya akan mengusung yang mempunyai kualitas,” ucapnya.

Menurutnya, jika kader partai lain atau non kader lebih besar punya peluang dari pada kader Golkar. Maka pihaknya akan siap mendukung melalui koalisi. “Politik itu dinamis, segala kemungkinan bisa saja terjadi. Apalagi diperhelatan Pilkada 2020 nanti, dinamisnya bakal terasa lebih kental. Bagi kami satu tiket satu tujuan untuk membangun Melawi lebih baik,” ujarnya.

Ketika ditanya, apakah kemungkinan Partai Golkar akan berkoalisi dengan Partai NasDem untuk mengusung sang petahana Bupati Melawi, Panji, yang juga sebagai Ketua Partai Nasdem Melawi dan wakilnya dari kader Golkar di Pilkada Melawi 2020, Tajudin menyebutkan, hal itu bisa saja terjadi, namun, jika sampai saat ini Partai Golkar belum menentukan sikap.

“Bahkan berkoalisi juga dengan PAN bisa saja terjadi untuk mengusung Wakil Bupati Melawi, H. Dadi Sunarya UY, yang juga sebagai Ketua PAN Melawi berencana maju sebagai calon bupati di Pilkada Melawi 2020. Nanti kita lihat peluang melalui survey internal Golkar yang lebih besar untuk kans merebut KB 1 dan 2 Melawi. Golkar ikut bertarung di Pilkada nanti sudah siap memenangkan yang akan di usung,” tuturnya.

Mengenai kemungkinan siapa yang akan maju nanti dari kader Golkar, Tajudin mengatakan tunggu saja kekuatannya nanti. “Karena masih lama. Kami tidak mau berandai-andai. Yang pasti, sudah kita siapkan untuk maju baik sebagai calon bupati maupun calon wakil bupati,” tegasnya.

Pria asal Kecamatan Sokan itu mengatakan, saat ini beberapa balon, baik melalui kader partai dan non kader mulai membangun komunikasi dengan Golkar. Namun Ia enggan menyebutkan siapa saja partai dan calon yang mendekati partainya tersebut.

“Kalau komunikasi itu pasti sudah ada, tapi untuk yang intens belum ada. Untuk penjaringan balon bupati dan wakil bupati di Pilkada Melawi 2020 bakal dilakukan DPD Partai Golkar Melawi. Namun masih menunggu instruksi dari DPP kapan mulai dibuka pendaftaran, ” pungkasnya. (Irawan/KN)