Gorries : BNN Waspadai Narkotika Untuk Terorisme

oleh
oleh

Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gorries Mere mengatakan, BNN terus mewaspadai hasil perdagangan gelap narkotika dipakai untuk kegiatan terorisme. <p style="text-align: justify;">Kepala Badan Narkotika Nasional (BNN) Gorries Mere mengatakan, BNN terus mewaspadai hasil perdagangan gelap narkotika dipakai untuk kegiatan terorisme.<br /><br />Kasus narkotika untuk terorisme itu sudah mulai ada di Indonesia dan telah berlangsung di beberapa belahan dunia, kata Gorries di sela-sela rapat koordinasi BNN Provinsi Sulteng di Palu, Sabtu.<br /><br />Ia mengatakan, kasus perampokan Bank CIMB Niaga Medan membuktikan adanya hasil penjualan gelap narkotika untuk membiayai terorisme sebab para tersangka membeli senjata dengan menjual sabu-sabu.<br /><br />Para pelaku terorisme itu menjual sabu-sabu di Malaysia lalu uangnya dipakai untuk membeli delapan puncuk senjata api.<br /><br />Senjata itu lalu masuk ke Indonesia dan dipakai untuk merampok bank, kata mantan Wakil Kepala Badan Reserse Kriminal Polri ini.<br /><br />Pada Senin 23 Agustus 2010, Bank CIMB Niaga Medan dirampok oleh 16 orang bersenjata. Seorang polisi tewas dan dua satpam bank mengalami luka akibat ditembak para tersangka.<br /><br />Dalam penyelidikan polisi, para tersangka terkait dengan jaringan terorisme.<br /><br />Sebanyak 13 orang telah dijatuhi hukuman penjara dalam kasus itu, sedangkan tiga lainnya tewas tertembak dalam penangkapan.<br /><br />Menurut Gorries, tidak hanya di Medan, di berbagai belahan dunia juga mulai marak kasus kejahatan narkotika untuk membiayai terorisme.<br /><br />Para pelaku terorisme, katanya, berusaha untuk merongrong kedaulatan bangsa dengan alasan perbedaan ideologi.<br /><br />Ia menjelaskan, dalam kasus narkotika untuk terorisme, para pelaku menghindari polisi jika posisinya lemah dan akan menyerang polisi bahkan tentara jika posisinya kuat.<br /><br />Di Mexico, mereka menyerang polisi dan menyerbu tentara.<br /><br />Untuk menyebarkan pesan terornya, para pelaku tidak segan-segan memenggal kepala tentara lalu ditaruh di tempat terbuka.<br /><br />Kartel-kartel narkoba juga eksis di Amerika Selatan dengan merongrong kedaulatan negara. FARC atau Pasukan Bersenjata Revolusioner Kolombia menjadi contoh adanya kartel semacam ini.<br /><br />Di Peru, katanya, ada upaya untuk menggulingkan pemerintah oleh pemberontak beraliran komunis.<br /><br />Bahkan, kelompok terorisme di Afrika dan Asia mulai membuka "cabang" di tempat lain bahkan ada peleburan antar organisasi, ujarnya.<br /><br />Ia mengatakan, ada kelompok terorisme Amerika Latin di Afrika membuka cabang di Asia dan Afrika.<br /><br />Kelompok Hizbullah di Lebanon buka cabang di Paraguay, Brazil dan Venezuela, ujarnya.<br /><br />"Untuk itu, kita perlu mewaspadai adanya uang hasil narkoba dipakai untuk mendanai terorisme," katanya menegaskan.(Eka/Ant)</p>