GPOP Dapat Penuhi Kebutuhan Pangan Keluarga

oleh

Wakil Wali Kota Pontianak Paryadi menyatakan, adanya Gerakan Perempuan Optimalisasi Pekarangan (GPOP) diharapkan hasil dari pemanfaatan pekarangan dapat memenuhi berbagai kebutuhan pangan keluarga di kota itu. <p style="text-align: justify;">"Dengan dimanfaatkan pekarangan rumah seperti ditanami cabai dan sayuran lainnya maka secara tidak langsung bisa membantu meringankan biaya hidup rumah tangga, sehingga tidak harus membeli kebutuhan sayur-mayur itu," kata Paryadi di Pontianak, Selasa.<br /><br />Ia menyambut baik adanya GPOP karena dengan gerakan ini memacu para ibu untuk memanfaatkan lahan pekarangan mereka agar bermanfaat menopang kebutuhan sehari-hari.<br /><br />Selain untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari, GPOP juga diharapkan bisa menambah ketersediaan dan penganekaragaman konsumsi pangan dengan prinsip beragam, bergizi, berimbang dan aman, selain itu pemanfaatan pekarangan juga bisa memberikan tambahan penghasilan bagi keluarga, kata Paryadi.<br /><br />Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian, Perikanan dan Kehutanan Kota Pontianak Aswin Djafar mengatakan, taman warga yang dikelola oleh Tim Penggerak Pemberdayaan dan Kesejahteraan Keluarga (PKK) Kota Pontianak itu salah satu program GPOP.<br /><br />"Gerakan ini untuk memanfaatkan pekarangan yang ada di Kota Pontianak seperti menanam tanaman obat keluarga (toga), sayuran maupun tanaman hias," katanya.<br /><br />Program GPOP diluncurkan saat harga cabai yang melonjak tinggi bahkan harganya melebihi harga daging sapi Rp75 ribu/kilogram, katanya.<br /><br />Menurut dia, Kementerian Pertanian telah mengucurkan dana bagi 32 kelompok PKK Kota Pontianak. <strong>(phs/Ant)</strong></p>