Gubernur Bahas Program Karbon Dengan Bank Dunia

oleh

Gubernur Kalimantan Tengah (Kalteng) Agustin Teras Narang diundang Bank Dunia ke Amerika Serikat untuk membahas program "Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation" di provinsi tersebut. <p style="text-align: justify;">"Gubernur Kalteng akan bertemu pimpinan Bank Dunia, khususnya program karbon dan kehutanan Bank Dunia seperti Bio Carbon Fund dan Forest Carbon Partnership Facility," kata Karo Humas dan Protokol Sekretariat Daerah Provinsi Teras A Sahay, di Palangka Raya, Senin.<br /><br />Kunjungan ke Kantor Pusat Bank Dunia di Washington DC, Amerika Serikat itu dilaksanakan pada 27-29 September 2012, setelah mengikuti Annual Meeting ke-6 GCF (Governor’s Climate and Forests) pada 25 September 2012 di San Cristobal, ibu kota negara bagian Chiapas, Meksico.<br /><br />"Gubernur Kalteng diharapkan menyampaikan tentang rencana strategis implementasi REDD+ serta berdiskusi bagaimana kemungkinan kerjasama sinergis dengan program karbon dan hutan yang dimiliki Bank Dunia untuk penerapannya di Kalimantan Tengah," katanya.<br /><br />Pada pertemuan anggota GCF di Meksiko, dinilai penting karena sampai saat ini belum ada kesepakatan multinasional atau kerja sama global yang sudah menjadi komitmen dalam memerangi perubahan iklim dikaitkan dengan kehutanan.<br /><br />Beberapa negara berusaha mengambil langkah percepatan melalui kerjasama antar dua negara (Bilateral) atau menjadi multibilateral dalam konteks satu negara seperti Indonesia membangun kerja sama dengan negara-negara sahabat.<br /><br />Misalnya dengan Jepang melalui skema Bilateral Offset Credit Mechanism (BOCM) dan dengan Australia melalui Indonesia Australia Forest Carbon Partnership (IAFCP).<br /><br />Pertemuan yang akan dicermati banyak pihak ini diharapkan akan semakin menjadikan banyak pihak memberi dukungan finansial dan teknis bagi persiapan dan percepatan implementasi Reducing Emissions from Deforestation and Forest Degradation Plus (REDD+) di provinsi atau negara bagian anggota GCF.<br /><br />"Secara global skema REDD+ belum menjadi kesepakatan global. Diharapkan dari kunjungan ini terjadi kesepahaman bagi pembangunan penghijauan di Provinsi Kalteng melalui dukungan terhadap implementasi REDD+," katanya. <strong>(das/ant)</strong></p>